275.315 Hektare Sawah Terdampak Banjir di Kudus Masih Tunggu Klaim Asuransi
Solopos.com|jateng

275.315 Hektare Sawah Terdampak Banjir di Kudus Masih Tunggu Klaim Asuransi

Luas tanaman padi petani di Kabupaten Kudus terdampak banjir yang sudah mendapatkan klaim asuransi baru 35,95 hektare.

Solopos.com, KUDUS --  Luas tanaman padi petani di Kabupaten Kudus terdampak banjir yang sudah mendapatkan klaim asuransi baru 35,95 hektare. Total lahan yang diajukan mendapatkan klaim pembayaran asuransi seluas 293,265 hektare.

"Dari lahan seluas 35,95 hektare yang sudah mendapatkan pembayaran klaim asuransi, seluas 11,45 hektare merupakan klaim asuransi yang preminya ditanggung oleh APBD Provinsi Jateng dan selebihnya dari APBN," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Dewi Masitoh di Kudus, seperti ditulis Antara, Kamis (15/4/2021).

Nilai klaim asuransimasing-masing lahan berbeda-beda karena disesuaikan dengan tingkat kerusakan lahannya. Misal lahan seluas 7 hektare yang tergabung dalam kelompok tani Umbul Jaya Mejobo mendapatkan pembayaran klaim Rp42 juta.

Baca Juga : Toko Modern Di Kudus Dimintai Wadahi Produk-Produk UMKM

Para petani yang mendapatkan ganti untung tersebut merupakan yang terdaftar dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang memberikan jaminan atas lahan garapan petani ketika dilanda banjir atau serangan hama. Sementara itu lahan tanaman padi lain yang terdampak banjir, hingga kini masih menunggu pembayaran klaim asuransinya dari PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) sebagai operator program AUTP tersebut.

Padahal lahan tanaman padi petani yang terdampak banjir sudah diajukan secara bertahap dan terakhir pada Februari 2021. Semua lahan juga sudah dilakukan verifikasi terkait tingkat kerusakannya. Ketika klaim asuransinya bisa cair saat ini, tentunya bisa dijadikan modal petani untuk menanam kembali di musim tanam (MT) II.

Tanaman padi petani yang terdampak banjir sejak akhir 2020 hingga awal 2021 tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya karena tanggul jebol di Sungai Gelis yang berdampak pada lahan di Kecamatan Kaliwungu dan Jati. Kemudian disusul banjir di Kecamatan Mejobo dan Undaan akibat curah hujan tinggi dan limpasan air sungai setempat.

Baca Juga : Pusat Kuliner Bojana Sudah Tua, Pemkab Kudus Serahkan Ke Investor



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago