top ear
27 Tim Melukis Mural Selama 69 Jam di Dinding Talut Kali Pepe Sudiroprajan Solo
  • SOLOPOS.COM
    Peserta menyelesaikan pembuatan mural bertema Kampung Pembauran dan Kebhinekaan di Kali Pepe, Sudiroprajan, Jebres, Solo, Minggu (18/8/2019). (Solopos/Nicolous Irawan)

27 Tim Melukis Mural Selama 69 Jam di Dinding Talut Kali Pepe Sudiroprajan Solo

Sebanyak 27 tim melukis mural selama 69 jam di dinding talut Kali Pepe, Solo, sejak Jumat (16/8/2019) hingga Senin (19/8/2019). Kegiatan itu merupakan lomba yang digelar Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Sudiroprajan, Jebres, Solo, dengan tujuan mempercantik wajah Kali Pepe.
Diterbitkan Senin, 19/08/2019 - 00:00 WIB
oleh Solopos.com/Newswire,
2 mnt baca -

Solopos.com, SOLO -- Sebanyak 27 tim melukis mural selama 69 jam di dinding talut -sampah-begini-penampakan-menyedihkan-kali-pepe-dan-premulung-solo" title="Penuh Sampah, Begini Penampakan Menyedihkan Kali Pepe ">Kali Pepe wilayah Sudiroprajan, Solo, sejak Jumat (16/8/2019) hingga Senin (19/8/2019).

Kegiatan itu merupakan lomba yang digelar Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Sudiroprajan, Jebres, Solo, dengan tujuan mempercantik wajah Kali Pepe.

Pantauan Solopos.com, Minggu (18/8/2019), beberapa orang masih sibuk melukis dinding sungai di -ini-foto-kali-pepe-solo-yang-kering-dan-penuh-sampah" title="Jijik! Ini Foto Kali Pepe Solo Yang Kering dan Penuh Sampah">Kali Pepe, Kelurahan Sudiroprajan, Jebres. Mereka melukis di bawah naungan terpal yang melindungi mereka dari sengatan terik matahari.

jeda.id

Beberapa peserta lainnya menggunakan tangga untuk membantu menjangkau area tinggi karena media lukis yang luas.

Ketua Panitia Lomba Mural-muka-air-kali-pepe-solo-meningkat" title="Tinggi Muka Air Kali Pepe Solo Meningkat"> Kali Pepe, Arga Setyawan, mengatakan lomba mural di Kali Pepe diikuti 27 tim. Masing-masing tim beranggotakan maksimal lima orang dan diharuskan melukis mural di Kali Pepe dengan tema Kampung Pembauran.

Dipilihnya tema tersebut lantaran Sudiroprajan dikenal sebagai wilayah yang dihuni bermacam-macam etnis, budaya, dan agama.

“Kami awalnya ada banyak pesertanya, tapi kami kurangi menjadi 27 tim. Mereka melukis dengan tema kampung pembauran dan kebinekaan. Kami ingin menggambarkan khususnya di Kampung Sudiroprajan yang dikenal adanya etnis Tionghoa dan Jawa yang hidup rukun. Itu yang ingin kami angkat,” jelasnya.

Menurut Arga, sistem yang digunakan saat lomba mural berjalan menggunakan durasi jam. Dari hari pertama lomba hingga Senin (19/8/2019) waktu yang disediakan dari panitia untuk peserta menyelesaikan mural mereka selama 69 jam.

“Kami lombanya menggunakan sistem durasi. Awalnya Jumat kami buka sebelum waktu Jumatan, kemudian dilanjutkan setelah itu. Setelah itu istirahat dan diteruskan keesokan harinya. Terus seperti itu hingga hari terakhir. Totalnya waktu yang diberikan selama 69 jam untuk menyelesaikan muralnya,” imbuh dia.

Selain mempertegas identitas Sudiroprajan melalui mural, kegiatan tersebut juga bertujuan mendukung program menjadikan Kali Pepe sebagai wisata kota. Dengan adanya mural tersebut diyakini dapat menambah keindahan Kali Pepe ketika digunakan sebagai wisata susur sungai.

“Kami ingin mendukung wisata air kami. Salah satunya dengan mempercantik dinding di Kali Pepe. Selain itu juga meningkatkan kesadaran masyarakat agar menghargai sungai. Semoga impian tersebut bisa terwujud,” jelas dia.

Sementara itu, Bendahara Pokdarwis Sudiroprajan, Lily Yuanita, menjelaskan lomba mural merupakan inisiatif Pokdarwis Sudiroprajan. Tujuan mendukung rencana wisata air di Kali Pepe yang sudah berjalan ketika perayaan Tahun Baru Imlek.

“Kami berusaha menggunakan kreativitas peserta untuk mempercantik Kali Pepe sehingga jika wisata air berjalan, keindahan sungai dapat ditambah dengan adanya mural yang memiliki pesan sosial di dalamnya,” ucap dia.

Editor : Suharsih ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :

berita terkini