top ear
Sukarelawan ACT, Ardian, mengendong Sumiyah keluar dari rumahnya di Desa Pobologo, Getasan, Kabupaten Semarang, Rabu (21/1/2020). (Semarangpos.com-Sukarelawan ACT)
  • SOLOPOS.COM
    Sukarelawan ACT, Ardian, mengendong Sumiyah keluar dari rumahnya di Desa Pobologo, Getasan, Kabupaten Semarang, Rabu (21/1/2020). (Semarangpos.com-Sukarelawan ACT)

27 Tahun Mengurung Diri di Rumah, Perempuan Ini Ditemukan Mirip Genderuwo

Saat dievakuasi, rambut Sumiyah gimbal sepanjang 2 meter.
Diterbitkan Jumat, 24/01/2020 - 13:10 WIB
oleh Solopos.com/Imam Yuda Saputra
3 menit baca

Solopos.com, UNGARAN -- Rumah beralas tanah dan berdinding papan di Desa Pobologo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng), itu seolah menjadi saksi bisu kehidupan Sumiyah yang menyedihkan.

Hidup sebatang kara, perempuan yang diperkirakan berusia 40 tahun itu menjalani hari-harinya dengan kegelapan. Ia mengalami buta sejak usia lima tahun. Kala itu, Sumiyah mengalami demam tinggi hingga kejang-kejang dan buta.

Namun, kala itu dia masih beraktivitas normal. Bahkan, kerap membantu orang tuanya di kebun. Kendati demikian, kondisi itu tak berlangsung lama. Saat usia menginjak 10 tahun, Sumiyah menjadi pendiam.

Puncaknya, semenjak 1993 atau 27 tahun silam, ia mulai mengurung diri. Terlebih, sejak kedua orang tuanya meninggal dunia. Sementara, adiknya hilang bak ditelan bumi. Tak pernah lagi terdengar kabarnya sejak menikah dan pindah ke Banjarnegara.

Lowongan Kerja Terbaru, Klik di Sini!

Warga sempat mengaliri rumah Sumiyah dengan listrik dari masjid. Namun, lampu yang menyala dirusak Sumiyah hingga selalu dalam keadaan gelap.

Kondisi Sumiyah akhirnya sampai ke telingga sukarelawan organisasi kemanusiaan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Salatiga, Ardian. Ia menemukan Sumiyah berdasar cerita sesama sukarelawan.

8 Wanita Penjual Kopi Plus Seks di Ponorogo Diciduk

"Saat kali pertama ketemu, kondisinya mengenaskan. Mirip genderuwo. Orang-orang enggak ada yang mendekat karena takut," ujar Ardian kepada Semarangpos.com, Jumat (24/1/2020).

Patut Dicoba! Tips Agar Tak Mendengkur saat Tidur

Ardian pun lantas mengevakuasi Sumiyah. Perempuan paruh baya itu saat ini menjalani perawatan di sebuah pusat rehabilitasi bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang.

Ardian menyebut meski takut, warga desa tetap memperlakukan Sumiyah dengan baik. Warga bahkan memberikan makan setiap hari kepada Sumiyah dengan diletakkan di depan pintu rumah.

Mulai Juli 2020, Beli Elpiji 3 Kg Pakai Aplikasi Scan Barcode

Ardian memperkirakan Sumiyah berdiam di rumah sejak 1993 atau sekitar 27 tahun silam. Saat bertemu Sumiyah, yang terlintas dalam benak Ardian adalah memotong rambut perempuan tersebut.

Selain gimbal hingga 2 meter, di rambut Sumiyah juga terdapat kotoran manusia hingga bangkai anakan tikus.

Biar Bisa Capai Orgasme, Ini Cara Stimulasi Payudara Wanita

"Dia yang minta setelah dipotong, dikeramas dengan sampo warna hitam. Terus diobatin. Makanya, kita bawa ke panti," cerita Ardian.

Selain buta, Ardian menyebut Sumiyah juga mengalami lumpuh sehingga tak bisa berjalan.

Driver Ojol Cantik Ini Melawan saat Dipepet Penumpang Laki-laki Nakal

"Dia cuma duduk selonjor dan kalau berpindah tempat ndlosor karena tangannya juga lemah," terangnya.

Kondisinya yang lumpuh dan buta membuat Sumiyah melakukan seluruh aktivitas di rumah. Bahkan, untuk buang air besar dan kecil dilakukan di rumah sehingga mengeluarkan bau menyengat.

Beli Rumah? Ajukan KPR Online di Sini, Gampang Banget!

Sementara Darkumi, tetangga Sumiyah, mengatakan setiap hari tetangga memberikan makan untuk Sumiyah.

Mahasiswi Cantik UNS Solo Sukses Jualan Sari Lemon Beromzet Ratusan Juta

"Sudah ada yang mengirim makan. Kalau pagi, siang, maupun sore. Tapi cuma dikasih di depan pintu, nanti dimakan langsung," ujar Darkumi.

Tragis, Pria Ditemukan Tewas Tengkurap di Atas Istri Tertimpa Kandang Ayam

Darkumi mengatakan Sumiyah terakhir mandi sekitar setahun lalu. Saat itu ada enam orang dewasa yang memegangi karena Sumiyah terus memberontak.

Heboh Virus Corona, Kenali Gejalanya & Pahami Pencegahannya!

"Bahkan ada yang tangannya digigit. Setelah kejadian itu, engak ada yang berani," tuturnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Editor : Profile Rohmah Ermawati
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja

Iklan Baris

berita terkini