PENGUNGSI ROHINGYA Diselundupkan dan Disiksa Bangsa Sendiri

Adib Muttaqin Asfar/Newswire/JIBI - Solopos.com
Sabtu, 16 Mei 2015 - 16:30 WIB

SOLOPOS.COM - Derita pengungsi Rohingya di Langsa, Aceh, Jumat (15/5/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Rony Muharrman)

Pengungsi Rohingya yang sampai ke Indonesia dan Malaysia ternyata diselundupkan oleh bangsa mereka sendiri.

Solopos.com, KUALALUMPUR — Ada sindikat perdagangan manusia (human trafficking) di balik membanjirnya pengungsi Rohingya asal Bangladesh dan Myanmar ke perairan Indonesia dan Malaysia beberapa hari terakhir. Disinyalir, mereka dikirim secara tidak manusiawi oleh sindikat yang merupakan orang Rohingya sendiri.

Media Malaysia menerbitkan sebuah laporan tentang sindikat ini. Seorang pengungsi, Hasan (bukan nama sebenarnya), menyebut keterlibatan beberapa orang di antara para pengungsi Rohingya itu dengan sindikat internasional sudah jadi rahasia umum. Sindikat itu berada di utara Malaysia dan Thailand selatan.

“Saya malu dan sedih karena orang Rohingya sendiri merupakan agen besar sindikat perdagangan manusia di Malaysia dan Thailand selatan. Mereka disiapkan untuk bertindak kejam terhadap suku mereka sendiri demi uang,” katanya kepada kantor berita Bernama yang dikutip themalaysiainsider.com.

Hasan hanya mau diwawancarai dengan syarat seluruh identitasnya dirahasiakan, termasuk identitas keluarga dan rekannya. Dia menyebutkan beberapa nama orang Rohingya yang menjadi agen sindikat perdagangan manusia di Thailand selatan. Mereka bertugas membawa orang-orang Rohingya dari Bangladesh dan Myanmar untuk bermigrasi ke Malaysia.

Dia menyebut beberapa nama seperti Anwar, Hamdullah, Abdul Hafis, dan Ali. Menurutnya, nama-nama itu sering disebut orang-orang Rohingya yang ingin masuk ke Malaysia melalui Thailand. Mereka membawa para imigran tersebut menggunakan perahu menuju kamp-kamp transit di perbatasan Malaysia-Thailand sebelum diselundupkan.

Mereka harus membayar mahal jika sudah sampai ke perbatasan. Bagi yang uangnya tidak cukup, mereka ditahan dan disiksa sampai keluarga mereka membayar. Hasan merupakan salah satu orang yang berada di kamp perbatasan tersebut.

Polisi Thailand sebenarnya tidak tinggal diam. Akibat operasi yang dilakukan polisi, Abdul Hafis dan Yasin diduga melarikan diri ke India. Sedangkan dua orang lain, Anwar dan Hamdullah, diyakini tertangkap polisi Thailand.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif