top ear
Ilustrasi hasil tes darah pasien positif virus corona. (Reuters)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi hasil tes darah pasien positif virus corona. (Reuters)

2 Warga Karanganyar Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sebanyak 2 warga Karanganyar terkonfirmasi positif Covid-19 dan satu orang berstatus PDP Covid-19 meninggal pada Jumat (10/4/2020).
Diterbitkan Jumat, 10/04/2020 - 20:03 WIB
oleh Solopos.com/Sri Sumi Handayani
4 menit baca

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sebanyak 2 warga Karanganyar terkonfirmasi positif Covid-19 dan satu orang berstatus PDP Covid-19 meninggal pada Jumat (10/4/2020).

Kondisi dua warga Karanganyar yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut baik. Bupati Karanganyar, Juliyatmono, selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar menyampaikan itu saat jumpa pers di pos komando (posko) induk kompleks Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat.

Bupati menyampaikan hasil tes swab dua warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu baru keluar Jumat sedangkan hasil tes swab seorang warga berstatus PDP belum keluar.

Bantuan APD Untuk Tenaga Medis Kasus Corona Mengalir Ke Pemkot Solo

"Perkembangan terakhir hingga hari ini [Jumat], dua orang dinyatakan positif Covid-19. Hasil laboratorium baru keluar hari ini. Dua orang itu lelaki usia 75 tahun di Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang dan lelaki usia 49 tahun di Desa Paulan, Kecamatan Colomadu. Kondisi mereka baik," kata Bupati di hadapan wartawan, Jumat.

Itu artinya di Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang terdapat satu orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan satu orang berstatus PDP. Warga yang berstatus PDP adalah lelaki berusia 77 tahun. Dia meninggal di RSUD dr. Moewardi Solo pada Jumat pukul 01.00 WIB.

Pulang dari Ijtima di Gowa

Bupati menjelaskan warga Sewurejo yang terkonfirmasi positif itu juga pulang dari Ijtima Dunia Zona Asia 2020 di Kabupaten Gowa. Sama seperti PDP yang meninggal, Jumat.

Pengumuman! Masa Belajar di Rumah Siswa Klaten Diperpanjang Lagi

"Yang di Sewurejo ikut rombongan ke Gowa. Setelah pulang dari Gowa, yang bersangkutan mendapat perawatan di RSUD Karanganyar pada 31 Maret karena merasa demam dan pilek. Setelah dirawat itu kondisinya membaik dan minta izin pulang. Saat itu hasil swab belum keluar. Ternyata hasil laboratorium baru keluar hari ini dan positif," ujar Bupati.

Warga Desa Paulan, Kecamatan Colomadu, yakni lelaki berusia 49 tahun juga sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo. Yuli, sapaan akrabnya, menjelaskan riwayat kesehatan warga Paulan. Berawal dari mengikuti training pada 23-24 Februari di Kota Tangerang.

Dia melanjutkan aktivitas ke Batam pada 8 Maret selanjutnya ke Kota Tasikmalaya pada 11-12 Maret. Selama berkegiatan itu, warga Paulan merasa kondisinya kurang sehat.

20 PDP Negatif Corona, Begini Perkembangan Wabah Covid-19 Wonogiri

"Pulang dari Tasik [Tasikmalaya] itu ada gejala demam. Tanggal 13 Maret ke Rumah Sakit Kasih Ibu. Tanggal 19 Maret pulang karena kondisi baik. Tanggal 20 Maret kembali demam dan dibawa ke Rumah Sakit Kasih Ibu. Tanggal 23 Maret hasil swab laboratorium gagal dan tidak terbaca. Tanggal 28 Maret pulang karena kondisi baik. Kemudian tanggal 6 April itu kontrol ke Kasih Ibu. Dia melakukan swab hasilnya hari ini keluar positif," ujar Yuli.

Siapkan Logistik

Mereka berdua menjalani karantina mandiri di rumah. Lelaki 75 tahun asal Sewurejo itu tinggal bersama istri saja. Sedangkan lelaki 49 tahun asal Paulan itu tinggal bersama istri dan tiga orang anak.

Pemkab Karanganyar akan mengirimkan logistik saat mereka melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Yuli mengklaim tim gugus tugas di tingkat kecamatan dan desa sudah melakukan tracing kontak orang dengan dua warga positif Covid-19. Hasilnya, Pemkab mengisolasi 55 orang warga yang berada di lingkungan sekitar rumah warga Sewurejo.

Beredar Info Tenaga Medis Di Sukoharjo Diusir Dari Indekos, Cek Faktanya!

"Kami gerak cepat untuk isolasi di lingkungan sekitar. Sudah didata ada 55 jiwa di lingkungan Sewurejo. Sudah diisolasi. Besok [Sabtu] kami drop kebutuhan makan mereka selama 14 hari. Kalau yang Colomadu ini interaksi dengan warga sekitar tidak ada tetapi tetap kami siapkan logistik selama 14 hari. Mereka berdua kooperatif," ujar dia.

Tetapi Yuli memperingatkan bahwa warga Paulan tersebut bekerja sebagai pemimpin perusahaan di Kabupaten Boyolali. Dia sempat bekerja saat kondisinya membaik. Menurut Yuli, warga Paulan itu sudah menginformasikan kepada perusahaan bahwa dirinya positif Covid-19.

"Karyawan perusahaan cukup banyak. Itu menjadi tanggung jawab wilayah setempat untuk tracing. Mudah-mudahan selama isolasi mandiri di rumah ini kondisi yang bersangkutan baik. Secepatnya kami lakukan swab ulang semoga hasilnya negatif," tutur dia.

1.068 Pendaftar Lolos PMDK UNS Solo, Ini Tahapan Selanjutnya

Diminta Taati Protokol Kesehatan

Dia memperingatkan warga agar betul-betul menaati protokol pencegahan persebaran Covid-19. Dia mencontohkan warga agar memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan sabun.

"Semua warga cermat dan hati-hati. Aktivitas lebih dikontrol. Saya yakin lingkungan RT, RW dan masyarakat cukup antisipatif," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Medik Keperawatan RSUD Karanganyar, Kristanto Setyawan, menyampaikan hasil perawatan warga Sewurejo yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kondisi lelaki 75 tahun itu, menurut Kristanto, baik mengacu hasil pengecekan darah rutin dan rontgen paru-paru bagus.

Update! Seluruh Provinsi di Indonesia Sudah Terpapar Corona

"Pasien itu kondisinya bagus setelah dirawat di rumah sakit. Nah saat itu pasien di rumah sakit itu tidak mau makan karena merasa sudah sehat tapi kok belum diizinkan pulang. Kami khawatir kalau dirawat di rumah sakit nanti malah menjadi masalah bagi pasien. Waktu itu menunggu hasil swab sudah lewat 14. Akhirnya pulang dan isolasi mandiri. Begitu pulang, hasil swab keluar dan positif," tutur dia.

Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Purwanti, menambahkan bahwa dua pasien tersebut masih dipantau dokter dari masing-masing rumah sakit selama menunggu hasil swab di rumah. Begitu hasil laboratorium keluar dan hasilnya positif maka menurut Purwanti, isolasi mandiri dilakukan lebih ketat.

Editor : Profile Cahyadi Kurniawan
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja


berita terkait