Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

2 Tempat Ini Jadi Lokasi Isoter Wong Sukoharjo Terpapar Covid-19

Pada Senin (14/2/2022), unsur Forkopimda Sukoharjo mengunjungi dua tempat isoter yang disiapkan untuk menampung para pasien positif tanpa gejala dan bergejala ringan.
SHARE
2 Tempat Ini Jadi Lokasi Isoter Wong Sukoharjo Terpapar Covid-19
SOLOPOS.COM - Unsur Forkopimda Sukoharjo mengunjungi Pustu Nguter di Desa Celep, Nguter, yang difungsikan sebagai tempat isolasi terpusat (isoter), Senin (14/2/2022). (Solopos-R Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO — Pemkab Sukoharjo menyiapkan dua tempat isolasi terpusat (isoter) di Puskesmas Pembantu (Pustu) Nguter di Desa Celep dan RS Indriati, Solo Baru. Pustu Nguter di Desa Celep digunakan untuk isolasi pasien positif tanpa gejala yang berasal dari masyarakat, sedangkan para tenaga kesehatan (nakes) dan anggota TNI-Polri yang terpapar Covid-19 menjalani isolasi di RS Indriati, Solo Baru.

Pada Senin (14/2/2022), unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Sukoharjo mengunjungi dua tempat isoter yang disiapkan untuk menampung para pasien positif tanpa gejala dan bergejala ringan. Rombongan Forkopimda Sukoharjo didampingi Sekda Sukoharjo, Widodo, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Tri Tuti Rahayu.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Rombongan Forkopimda Sukoharjo tiba di Pustu Nguter di Desa Celep sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka ingin mengecek kesiapan sarana dan prasarana (sarpras) dan alat kesehatan di tempat isoter tersebut.

Baca juga: 1 Lagi Warga Sukoharjo Korban Kecelakaan Bus Wisata di Bantul Meninggal

“Ada satu pasien positif tanpa gejala yang menjalani isolasi di Pustu Nguter di Desa Celep. Usianya 60 tahun dan berasal dari Kartasura. Sudah lima hari menjalani isolasi di Pustu Nguter di Desa Celep,” kata Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat ditemui wartawan, Senin.

Bupati menyebut ada 20 tempat tidur atau bed yang disiapkan untuk para pasien positif tanpa gejala. Puskesmas juga telah menyiapkan sarpras lainnya seperti tabung oksigen dan alat pelindung diri (APD).

Mencegah Transmisi Penularan

Para pasien positif tanpa gejala didorong pindah ke tempat isoter agar kondisi kesehatan mereka terpantau secara maksimal oleh tenaga kesehatan. Selain itu, pemanfaatan isoter dilakukan guna mencegah transmisi penularan ke orang lain yang kondisinya lebih rentan.

“Saya berharap pasien positif yang kondisi rumahnya sempit bisa menjalani isolasi di Pustu Nguter di Desa Celep. Sehingga mampu memutus mata rantai penularan Covid-19,” ujar dia.

Baca juga: Lanjut Terus, Sukoharjo Terapkan PJJ Sampai Akhir Februari 2022

Selanjutnya, rombongan Forkopimda Sukoharjo bertolak ke RS Indriati, Solo Baru. Tempat isoter di RS Indriati, Solo Baru difungsikan untuk isolasi para nakes dan anggota TNI-Polri yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Selain dua tempat isoter itu, Bupati meminta agar pemerintah desa/kelurahan kembali mengaktifkan tempat isoter di wilayahnya masing-masing. Pemerintah desa/kelurahan bisa mengalihfungsikan rumah warga yang kosong, bangunan sekolah, rumah dinas pejabat atau balai desa sebagai tempat isoter. Jumlah bed di masing-masing tempat bervariatif antara tiga bed-lima bed. Total jumlah bed di tempat isoter yang tersebar di desa/kelurahan sebanyak 235 bed.

“Semoga tempat isoter selalu kosong. Kasus Covid-19 kembali melandai seperti pada beberapa waktu lalu. Masyarakat harus berpartisipasi dengan menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah,” papar dia.

Baca juga: 30 Bed di Pustu Nguter Sukoharjo Siap Tampung Pasien Covid-19 OTG

Kepala DKK Sukoharjo, Tri Tuti Rahayu, menyatakan tren kasus Covid-19 terus melonjak tajam sejak akhir Januari. Bahkan, jumlah pasien positif bertambah 125 orang dalam sehari pada 12 Februari. Sebagian besar pasien positif tanpa gejala sehingga menjalani isolasi mandiri di rumah.

Wanita yang akrab disapa Tuti itu menyampaikan terus menggenjot angka tracing dan testing kontak erat pasien positif. Hal itu dilakukan dengan mengoptimalkan satgas jaga tangga di setiap wilayah rukun tetangga (RT). “Satgas di tataran paling bawah menjadi ujung tombak penguatan tracing dan testing. Mereka langsung bergerak jika ditemukan pasien positif di wilayahnya masing-masing,” kata dia.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode