[ X ] CLOSE

2 Tahun Tak Ada Pemasukan, Pengusaha Sound System Boyolali Obral Peralatan Suara

Sejumlah pengusaha persewaan sound system di Boyolali terpaksa menjual peralatan suara mereka karena sudah dua tahun ini tak ada pemasukan.
2 Tahun Tak Ada Pemasukan, Pengusaha Sound System Boyolali Obral Peralatan Suara

Solopos.com, BOYOLALI — Pandemi Covid-19 telah berdampak pada perekonomian masyarakat Boyolali termasuk para pengusaha persewaan alat sound system. Mereka terpaksa menjual perangkat peralatan suara milik mereka karena sudah tidak lagi memperoleh pendapatan dari persewaan sound system itu.

Salah satunya Riyanto, pemilik Lorsa Sound System dari Desa Pojok, Kecamatan Nogosari, Boyolali. Menggunakan mobil pikap, Riyanto mengangkut satu set sound system-nya ke tepi jalan Solo-Semarang, Bangak, Banyudono, Boyolali, untuk dijual, Jumat (30/7/2021) siang.

Ia berharap ada pengguna jalan yang tertarik membeli sound system tersebut. “Mau bagaimana lagi, sudah dua tahun tidak ada tanggapan, tidak ada pemasukan. Sementara pinjaman bank tidak mau tahu. Saya setiap bulan tetap harus bayar pinjaman di BRI, ya seperti tidak tahu kondisinya seperti ini,” katanya, Jumat.

Baca Juga: Kasus Aktif Covid-19 di Boyolali Menurun, Efek Gerakan di Rumah Saja?

Pengusaha sound system di Boyolali itu pun akhirnya menjual murah peralatannya. “Banting harga. Kami tawarkan Rp250 juta satu set. Kalau harga normalnya bisa sekitar Rp300 juta,” jelasnya.

Aturan-Aturan Pembatasan

Riyanto mengatakan pandemi beserta aturan-aturan pembatasan yang ada sangat menyulitkan pelaku usaha kecil dan menengah seperti dirinya untuk bisa bertahan. “Satu bulan ini saja ada delapan order yang dibatalkan,” jelasnya.

Baca Juga: Ribuan Pedagang di 15 Pasar Tradisional Boyolali Jadi Sasaran Vaksinasi Covid-19

Sementara sebelum adanya pandemi, dalam sebulan ia bisa mendapatkan 8-10 order. Setiap order minimal ia bisa dapat Rp2,5 juta, tergantung kualitas sound system yang digunakan.

Pengusaha sound system lainnya, pemilik Bintang Putra Sound System, Slamet, dari Nogosari, Boyolali, mengatakan hal yang sama. Slamet dan Riyanto merupakan anggota dari Paguyuban Sound System Boyolali Timur (PSBT).

Baca Juga: Ngaku Petugas Puskesmas Teror Peserta Vaksinasi Di Boyolali, Pelaku Sebut Ini Motifnya

Hari itu keduanya bersama-sama mencoba keberuntungan dengan menjual sound system di pinggir jalan. “Ya siapa tahu ada pejabat yang masih punya gaji bulanan, mau berbaik hati membeli sound system ini. Kalau kami tawarkan kepada masyarakat atau pelaku usaha sound system lain, ya sama saja mereka juga mengeluh,” jelasnya.

Promo & Events
Berita Terkait
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago