Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

2 Perusahaan China & Korsel Guyur $15 Miliar ke Pabrik Baterai Listrik RI

IBC berhasil mendapatkan investasi senilai $15 miliar untuk pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik di Tanah Air.
SHARE
2 Perusahaan China & Korsel Guyur $15 Miliar ke Pabrik Baterai Listrik RI
SOLOPOS.COM - Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Erick Thohir saat meresmikan Halal Hub di Rest Area 72A, Tol Jakarta-Padalarang, Sabtu (28/8/2021). (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA  — PT Industri Battery Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) yang bergerak dalam industri baterai kendaraan listrik meneken kerja sama dengan dua perusahaan raksasa asal China dan Korea Selatan.

Dia perusahaan itu adalah PT Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL) dari China dan LG Energy Solution asal Korea Selatan (Korsel).

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyambut positif kerja sama itu. Dalam kerja sama tersebut, ucap Erick, IBC berhasil mendapatkan investasi senilai $15 miliar untuk pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik di Tanah Air.

“Kita menyambut baik kerja sama investasi dari dua perusahaan besar asal Cina dan Korsel. Hal ini memberi bukti bahwa investor yakin dengan keseriusan Indonesia dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik,” ujar Erick di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Menurut Erick, investasi CBL dan LG Energy Solution untuk inisiatif proyek aki kendaraan listrik terintegrasi selaras dengan rencana pengembangan baterai kendaraan listrik yang menekankan ekosistem terintegrasi, dari hulu hingga ke hilir.

Baca Juga: Gandeng Raksasa Baja Korsel, Kalla Group Siap Jadi Pemain Utama Bisnis Baterai

Erick menilai upaya Indonesia dalam menuju pemain global industri baterai listrik memerlukan dukungan banyak pihak, mulai dari sinergitas BUMN, swasta nasional, pemerintah pusat dan daerah, hingga perusahaan luar untuk transfer teknologi.

“Dampak investasi tak hanya dirasakan oleh IBC, melainkan juga kita tekankan di BUMN bagaimana investasi harus berkontribusi dalam perekonomian nasional dan daerah serta yang tidak kalah penting, membuka lapangan kerja,” ucap Erick.

Erick menilai akselerasi pengembangan ekosistem industri baterai listrik sangat penting bagi Indonesia. Erick menyebut IBC juga memiliki potensi untuk memperluas kerja sama dengan CBL dan LG Energy Solution di masa yang akan datang.

“Kita di BUMN terbuka dengan kerja sama, apakah itu kemitraan strategis atau dalam bentuk lain, yang penting kerja sama itu harus saling menguntungkan,” ungkap Erick.

Baca Juga: Dibangun Semester I 2021, Pabrik Baterai Kendaraan Listrik di Batang Serap Berapa Tenaga Kerja?

Dengan penguatan dan percepatan pengembangan ekosistem industri baterai listrik, ucap Erick, Indonesia nantinya dapat memanfaatkan sumber daya alam (SDA) dan market yang besar untuk pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja.

“Kita tidak ingin kekayaan alam hanya dikirimkan ke luar dalam bentuk bahan baku, lalu dijual lagi ke sini dengan harga yang mahal. Kita ingin kekayaan alam dan market yang besar menjadi sumber bagi pertumbuhan dan kesejahteraan rakyat Indonesia,” kata Erick.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita
Part of Solopos.com
Punya akun? Silahkan login
Daftar sekarang...
Support - FaQ
Privacy Policy
Tentang Kami
Kontak Kami
Night Mode