top ear
Ilustrasi Tanaman Padi Puso (Dok/JIBI/Solopos)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi Tanaman Padi Puso (Dok/JIBI/Solopos)

154 Hektare Lahan Puso di Jateng Dapat Ganti Rugi

Pemprov Jateng akan memberikan ganti rugi kepada petani yang lahannya mengalami puso.
Diterbitkan Kamis, 16/01/2020 - 06:20 WIB
oleh Solopos.com/Imam Yuda Saputra
2 menit baca

Solopos.com, SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) akan memberikan ganti rugi kepada petani padi yang lahannya mengalami puso atau gagal panen akibat cuaca ekstrem dalam beberapa bulan terakhir. Ganti rugi berupa Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) itu akan diberikan Pemprov Jateng Rp6 juta per hektare.

Total ada sekitar 154 lahan tanaman padi di Jateng yang mengalami puso akibat cuaca ekstrem yang terjadi dalam kurun waktu Desember 2019-Januari 2020.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng, Suryo Banendro, menyebutkan total ada 5.722 hektare lahan pertanian di 12 kabupaten yang terendam air akibat cuaca ekstrem. Dari luas lahan sebanyak itu, 154 hektare mengalami puso.

“Untuk yang puso kita sudah siapkan asuransinya, Asuransi Usaha Tani Padi. Tahun 2020, dari APBD Jateng [asuransi] untuk 35.000 hektare, dari pemerintah pusat ada 200.000 hektare. Untuk yang provinsi tanpa premi, kita yang bayar preminya,” ujar Suryo saat dihubungi Semarangpos.com, Rabu (15/1/2020).

Suryo menegaskan asuransi hanya diperuntukan untuk lahan yang mengalami puso. Hal itu karena tanaman yang mengalami puso sudah tidak bisa menghasilkan panen.

"Beda kalau kena banjir, masih bisa hidup. Atau tergenang tapi tidak keseluruhan ada batang yang muncul lebih tinggi dari air. Itu kemungkinan masih bisa tumbuh. Nah, asuransi ini untuk puso dan khusus untuk petani miskin. Sejauh ini ada 154 hektare yang diajukan asuransi karena puso," lanjutnya.

Selain AUTP, pihaknya juga menyediakan pinjaman alat gratis untuk tanam. Di antaranya traktor, alat tanam mesin, pompa dan lain sebagainya.

"Puso yang mau tanam kita sediakan pinjaman alat gratis. Untuk benih lewat kabupaten karena penganggaran ada di kabupaten. Ini untuk percepatan tanam lagi," paparnya.

Dijelaskannya, AUTP tersebut diberikan kepada petani yang sudah terdaftar. Caranya melalui kelompok-kelompok tani resmi yang terdaftar di Kementerian Pertanian.

"Nanti, laporannya bisa lewat kelompok tani masing-masing. Kita akan cek, apa benar puso atau tidak. Klaim asuransi paling lama tiga bulan sudah cair. Itu sudah cepat," terangnya.

Suryo menambahkan selain tanaman padi, cuaca ekstrem juga memberi dampak negatif bagi petani palawija, seperti bawang merah di Tegal dan Brebes, serta petani jagung di Grobogan, Brebes dan Tegal.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Editor : Profile Rahmat Wibisono
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja

Iklan Baris

berita terkini