[x] close
top ear
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan keterangan pers terkait virus Corona (Covid-19) kepada wartawan di rumah dinas Gubernur Jateng, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (15/3/2020). Antara Foto/Aji Styawan/aww.
  • SOLOPOS.COM
    Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan keterangan pers terkait virus Corona (Covid-19) kepada wartawan di rumah dinas Gubernur Jateng, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (15/3/2020). Antara Foto/Aji Styawan/aww.

13 Daerah di Jateng Butuh Perhatian Khusus Covid-19

Selain Kota Semarang dan Kabupaten Demak, terdapat 11 kabupaten/kota di Jateng yang memerlukan perhatian khusus.
Diterbitkan Rabu, 1/07/2020 - 21:56 WIB
oleh Solopos.com/
2 menit baca

Solopos.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, membentuk Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) untuk percepatan penanganan Covid-19. Sampai saat ini, selain Kota Semarang dan Kabupaten Demak, terdapat 11 kabupaten/kota di Jateng yang memerlukan perhatian khusus.

Enam Satkorwil telah dibentuk di enam eks keresidenan, yaitu wilayah Pati, Semarang Raya, Pekalongan, Banyumas, Kedu, dan Soloraya. Layaknya Badan Koordinasi wilayah, Satkorwil tersebut ranah kerjanya melakukan sinkronisasi, koordinasi, serta melakukan percepatan penanganan Covid-19 di 35 kabupaten/kota di Jateng.

Selain mengatasi persoalan-persoalan yang muncul dalam penanganan, Satkorwil itu juga difungsikan Ganjar untuk penanggulangan dampak sosial, ekonomi, maupun kesehatan. "Agar kita bisa membantu masing-masing daerah sehingga bisa responsif pada penanganan Covid-19 ini," kata Ganjar diansir Bisnis, Rabu (1/7/2020).

Pemda Ditenggat 15 Juli Cairkan Anggaran Pilkada

Ganjar mengungkapkan di 35 Kabupaten/kota yang ada di Jateng, ada 13 daerah yang perlu perhatian khusus. Dua di antaranya masuk zona merah, yaitu Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Sementara 11 daerah lain yang mendapat perhatian khusus tersebut sebagian besar berada di wilayah pantura, dari Rembang, Kudus, Jepara, Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, sampai Brebes. Ditambah Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga.

"Karena persebarannya sebenarnya merata maka kita buat Satkorwil itu. Ini adalah langkah percepatan agar hal-hal yang bersifat koordinatif bisa langsung cepat diselesaikan," katanya.

Upaya percepatan penanganan juga dilakukan dengan memperbanyak tes. Menurut Ganjar, diperbanyaknya tes penanganan akan lebih terukur dan efisien. Terlebih Jateng telah memiliki dua mobil yang bisa melakukan tes PCR secara mobil.

Klaster Pemudik Meningkat, Perantau Diminta Jujur

"Kita sudah ada mobil untuk melakukan PCR Test, bantuan dari Gugus Tugas dan insya Allah besok akan ada tambahan satu dari Bank Jateng. Nah kalau ini ada kabupaten yang memerlukan akan kita kirim. Bisa gantian daerah lain," katanya.


Editor : Profile Haryono Wahyudiyanto
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini