top ear
Jalan kampung di Dukuh Ngledok, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen yang ditutup tembok. (Solopos.com/Moh Khodiq Duhri)
  • SOLOPOS.COM
    Jalan kampung di Dukuh Ngledok, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen yang ditutup tembok. (Solopos.com/Moh Khodiq Duhri)

10 Berita Terpopuler: Jalan Kampung di Tanon Sragen Ditutup Pagar Tembok

Penutupan jalan kampung dengan pagar tembok itu dilakukan warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan jalan itu.
Diterbitkan Rabu, 5/08/2020 - 08:57 WIB
oleh Solopos.com/Solopos.com-Arif Fajar Setiadi/Khodiq Duhri
3 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Berita tentang jalan kampung di Tanon, Sragen yang ditutup pagar tembok menjadi berita terpopuler di Solopos.com selama 24 jam terakhir.

Ruas jalan kampung selebar tiga meter dan panjang 20 meter di Dukuh Ngledok, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Sragen, ditutup oleh pemilik lahan dengan pagar tembok. Penutupan jalan kampung dilakukan oleh keluarga Sonem, 60, warga Cengklik, Gading, Tanon yang mengklaim sebagai pemilik lahan.

Penutupan sebagian ruas jalan kampung dengan pagar tembok di dua sisi dilakukan Senin (3/8/2020). Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, jalan itu dulunya hanya berupa jalan setapak kemudian dibangun talut dan jalan pada 2019.

Sonem menuturkan pembangunan jalan yang memakan lahan milik keluarganya itu tanpa seizin pihaknya.

"Mbangun dalan niku mboten izin mboten ngenehi ngerti anake Mbah Saiman (orang tua Sonem). Langsung dibangun mboten nyukani ngerti. [Membangun jalan itu tidak minta izin tak memberi tahu anaknya Mbah Saiman. Langsung dibangun tanpa memberi tahu]," jelas Sonem kepada wartawan di rumahnya, Selasa (4/8/2020).

Kerja di RSUD Madiun, Perawat Asal Gesi Sragen Positif Covid-19

Sonem mengakui jalan itu awalnya hanya jalan setapak tapi kemudian tahu-tahu dibangun tanpa izin dari pihaknya selaku pemilik lahan.

Ditanya soal alasan menutup jalan itu, Sonem menyatakan jika nanti lahan itu akan diberikan kepada anak cucunya jika dirinya sudah tua. Oleh sebab itu, pihaknya keberatan jika lahan miliknya digunakan sebagai jalan umum.

Pilkada Solo 2020

Berita terpopoler lainnya mengenai turunnya rekomendasi DPP Partai Gerindra untuk pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa. Ini membuat peluang PKS membentuk koalisi parpol sebagai lawan PDIP di Pilkada Solo 2020 kian mengecil.

Partai Golkar, PAN, dan PSI, sebagai pemilik kursi di DPRD Solo, memang belum mengeluarkan surat rekomendasi resmi untuk pasangan cawali-cawawali yang akan mereka dukung.

Namun, tiga dari parpol itu yakni PAN, Partai Golkar, dan PSI sudah secara lisan menyatakan mendukung pasangan Gibran-Teguh. DPP ketiga parpol itu bisa saja segera mengeluarkan surat rekomendasi kepada Gibran-Teguh dan meninggalkan PKS sendirian di Pilkada Solo 2020.

Modus Tawarkan Promosi, Oknum Driver Ojol Embat 2 HP Di Hara Chicken Klaten

Selain jalan kampung di Tanon Sragen, ada pula kabar populer lain di antaranya tentang Mbah Minto Klaten yang memiliki ajudan pribadi,  dan Pilkada Solo 2020.

Berikut 10 berita terpopuler di Solopos.com 24 jam terakhir hingga Rabu (5/8/2020) pagi :

Jalan Kampung di Tanon Sragen Ini Mendadak Ditutup Pagar Tembok

Hati-hati! Perkembangan Anak yang Sebenarnya Normal Bisa Terlambat karena Ini

Kisah Mbah Slamet di Tulung Klaten, Lumpuh Tinggal di Gubuk Bambu Dekat Kandang Ayam

Kasus Baru Covid-19 di Klaten Tambah 2, Dari Klaten Selatan & Wonosari

Gokil Men! Mbah Minto Klaten Punya Ajudan Pribadi Setelah Terkenal

Pilkada Solo 2020: Dicuekin Parpol Lain, PKS Tolak Kibarkan Bendera Putih

Mundur Dari Sekda Sukoharjo, Ini Aktivitas Terkini Agus Santosa Cawabup PDIP


Editor : Profile Arif Fajar Setiadi
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com



berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini