1 Dusun di Baruretno Wonogiri Lockdown Akibat Warga Jagong ke Kudus Kena Covid-19
Solopos.com|soloraya

1 Dusun di Baruretno Wonogiri Lockdown Akibat Warga Jagong ke Kudus Kena Covid-19

Pembatasan mobilitas diterapkan di Dusun Gedawung, Desa Saradan, Kecamatan Baturetno, Wonogiri akibat ada warga yang kena Covid-19 setelah jagong ke kudus.

Solopos.com, WONOGIRI – Pembatasan mobilitas atau isolasi lokal diterapkan di Dusun Gedawung, Desa Saradan, Kecamatan Baturetno, Wonogiri. Hal itu diterapkan karena belasan warga di dusun itu terpapar Covid-19 yang bermula dari jagong manten ke Kabupaten Kudus.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan isolasi lokal yang diterapkan di Gedawung berasal dari klaster hajatan. Awalnya sejumlah warga menghadiri hajatan ke Kudus pada pekan lalu.

Beberapa hari setelah sampai di Baturetno, sejumlah warga itu membantu atau rewang pada kegiatan hajatan di salah satu warga desa setempat. Setelah kegiatan itu selesai, ditemukan beberapa kasus Covid-19 pada warga yang ikut jagong ke Kudus.

"Dari 27 orang yang dites swab, 18 orang dinyatakan positif. Warga yang dari Kudus itu ada dua orang yang dinyatakan positif Covid-19," kata dia kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (10/6/2021).

Baca juga: Dihamili Pamannya, Siswi SMA di Sragen Ternyata Dicabuli Sejak SD

Melihat kasus itu, pria yang akrab disapa Jekek itu langsung berkoordinasi dengan camat dan kepala desa setempat. Ia menganjurkan agar ada langkah khusus yang dilakukan dengan cara menerapkan isolasi lokal satu dusun.

Jika isolasi lokal satu dusun tidak dilakukan, maka akan menimbulkan pemahaman yang beragam. Dikhawatirkan ada mobilitas warga yang tidak terkontrol dan justru bisa menimbukkan klaster baru penularan Covid-19.

Baca juga: Kecelakaan Truk vs Mobil Sedan di Wonogiri, Warga Nguter Sukoharjo Meninggal

Hajatan di Baturetno

Ia menuturkan, hajatan di Baturerno diselenggarakan karena Surat Edaran dari Bupati tentang pelonggaran hajatan di masa pandemi Covid-19. Atas dasar itu, Pemkab akan kembali kaji kebijakan pelonggaran hajatan.

"Jika menimbulkan dempak kasus Covid-19 yang lebih luas, maka akan kami kaji Surat Edarannya. Namun kepala desa dan camat di Baturetno sudah berkomitmen untuk membatalkan dahulu kegiatan hajatan yang akan digelar dalam waktu dekat," ungkap dia.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago