JIBIPhoto
Kamar jenazah di RSUD Pandan Arang Boyolali dibuat mirip kafe agar menghilangkan kesan angker. (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)

Kekinian, Kamar Jenazah RSUD Pandan Arang Boyolali Disulap Jadi Mirip Kafe

Kamar jenazah RSUD Pandan Arang, Boyolali, dirancang menyerupai kafe untuk hilangkan kesan angker.

Solopos.com, BOYOLALI — Kamar jenazah rumah sakit yang biasanya terkesan angker. Selain itu, biasanya kamar jenazah berada jauh di bagian belakang rumah sakit.

Demikian pula kamar jenazah kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan Arang Boyolali yang tampak kekurangan cahaya alami dan berada di belakang. Tapi sejak Kamis (1/2/2018) lalu, kesan itu sudah hilang.

Manajemen rumah sakit merelokasi kamar jenazah mereka ke bagian depan yang lebih ramai dan lebih mudah dijangkau. Selain itu, kamar jenazah dibuat dengan nuansa ceria. Tampak dari luar, seluruh bangunan didominasi warna hijau dan merah muda.

Lebih unik lagi, bangunan ini dibuat dari kontainer bekas yang dimanfaatkan kembali layaknya bangunan kafe gaul yang banyak ditemui di kota. Di bagian dalam ruangan, meski kamar ini dibuat dari kontainer bekas, namun dinding sudah disulap seperti layaknya ruangan kantor. Dinding asli pelat besi ditutup kayu lapis, sedangkan bagian atap diberi plafon.

Kamar jenazah di sebelah barat lapangan parkir timur ini terdiri atas tiga buah kontainer yang disusun menjadi dua lantai. Dua kontainer berada di bawah dengan posisi hampir sejajar dan satu lagi berada di atasnya dengan posisi melintang dari dua kontainer di bawahnya.

Satu kontainer di lantai bawah berfungsi sebagai ruang penerimaan jenazah sekaligus ruang tunggu keluarganya. Satu kontainer lainnya berfungsi sebagai ruang mandi jenazah. Di ruang itu terdapat satu bak mandi stainless untuk jenazah, sementara di sisi lainnya terdapat meja kayu untuk mengafani jenazah.

Sementara itu, ruangan atas berfungsi sebagai ruang istirahat petugas. Di dalam ruang ini terdapat loker dan satu tempat tidur. Di luar kamar jenazah itu tersedia lemari penyimpanan berpendingin udara yang memiliki tiga loker.

Kasubbag Hukum Humas dan Sistem Informasi Menejemen RSPA Yuni Etty Armawati mengatakan relokasi kamar jenazah ke tempat yang lebih ramai dan bernuansa ceria ini memang disengaja untuk menghilangkan kesan angker dan seram yang selama ini melekat pada kamar jenazah.

“Tujuannya memang begitu. Untuk menghilangkan suasana yang seram atau apa gitu. Selain itu, bagi keluarga yang sedang berkabung juga akan merasa lebih terhibur dibandingkan dengan melihat kamar jenazah yang suram,” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Kamis (8/2/2018).

Menurutnya, ide dan desain kamar jenazah itu berasal dari Bupati Boyolali, Seno Samodro. Sementara itu, relokasi kamar jenazah ditandai dengan upacara selamatan sederhana yang dihadiri Seno dan Direktur RSUD Pandan Arang, Siti Nur Rohmah.

Sementara itu, salah satu petugas kamar jenazah, Ahmad Susilo, 55, mengaku kamar jenazah yang baru ini sudah jauh dari kesan seram sehingga nyaman baginya bekerja dan keluarga pasien yang menunggu. Namun, untuk melakukan kegiatan pemandian jenazah tidak seleluasa pada kamar jenazah sebelumnya karena yang saat ini dirasa lebih sempit.

“Yang sekarang ini jauh lebih bagus. Ya cuma agak sempit karena dibuat dengan kontainer,” ujar Susilo.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-Isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Komentar

Menarik Lainnya

JIBIPhoto

Program Menelepon Gratis Rambah Pelosok Boyolali secara Bertahap

JIBIPhoto

Ada "Walk of Fame" di Taman Lembu Sora Boyolali

JIBIPhoto

Peserta Seleksi Perangkat Desa Boyolali Masih Menunggu Jawaban Bupati

JIBIPhoto

PEMERINTAHAN BOYOLALI
Kades Mulai Lantik Perdes Hasil Seleksi yang Diprotes

JIBIPhoto

INVESTASI BOYOLALI
Inilah Calon Investor Disneyland ala Boyolali

JIBIPhoto

PILGUB JATENG 2018
Bupati Boyolali Seno Samodro Tegaskan Emoh Jadi Gubernur

JIBIPhoto

Investor "Disneyland' Boyolali Tunda Pembayaran Rp6,1 Triliun, Bupati Seno Tetap Optimistis