Jateng
Senin, 15 Januari 2018 - 10:50 WIB

PILKADA 2018 : Gus Yasin Ramalkan Tahun Politik Padat Hoaks

Redaksi Solopos.com  /  Rahmat Wibisono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Politikus PPP yang maju mencalonkan diri sebagai wakil gubernur Jateng, Taj Yasin, 34. (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Pilkada yang dilaksanakan pada tahun politik 2018 diramal calon wakil gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin bakal padat hoaks atau berita bohong, cacian, bahkan black campaign .

Semarangpos.com, SEMARANG – Calon wakil gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin berwasangka hoaks atau berita bohong, caci maki, dan black campaign akan terus muncul selama pelaksanaan tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2018.

Advertisement

Karena itu, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu berseru kepada masyarakat di berbagai lapisan untuk bijak dalam bermedia sosial sepanjang tahun politik ini. “Kami mengajak masyarakat untuk menggunakan media sosial dengan baik, terutama di tahun pemilu seperti sekarang. Pasti nanti ada berita hoaks, cacian, dan black campaign yang akan terus muncul,” kata Yasin di Kota Semarang, Jateng, Minggu (14/1/2018).

Mantan anggota DPRD Jateng yang maju bersama gubernur incumbent atau petahana Ganjar Pranowo dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 itu mengaku khawatir bakal adanya kelompok-kelompok tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan tahun politik untuk menebar kebencian. Apalagi, lanjut dia, masih banyak orang yang percaya begitu saja dengan kabar yang disebar melalui media sosial, tanpa ada sumber dan kebenaran yang jelas.

Oleh karena itu, putra Ketua Majelis Syari’ah PPP K.H. Maimoen Zubair—atau kerap pula dieja namanya sebagai Maimun Zubair—itu berharap masyarakat pengguna media sosial bisa lebih teliti serta bisa membedakan konten yang bisa merugikan semua pihak, memecah belah kesatuan, apalagi dengan dalih agama. “Sebisa mungkin tidak menyebabkan itu,” harap putra politikus yang sempat menjadi anggota DPRD Rembang selam tujuh tahun dan anggota MPR selama tiga periode semasa Orde Baru tersebut.

Advertisement

Menurut Yasin jika tidak ada kecocokan dengan salah satu pasangan calon kepala daerah, baik itu pilkada tingkat provinsi maupun kabupaten ataupun kota, bisa disampaikan dengan arif. Lebih lanjutm Ketua DPC PPP Kabupaten Jepara itu memaparkan banyak cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengkritik rencana program yang akan dijalankan para kandidat kepala daerah.

[Baca juga Begini Wejangan Maimoen Zubair untuk Ganjar Pranowo]

Menurut dia, kritik tidak harus disampaikan lewat ujaran kebencian dan hoaks yang kemudian disebarkan lewat media sosial. “Sampaikan dengan bijak, jangan sampai menimbulkan kebencian,” tutur calon wakil gubernur yang diusung PDIP, PPP, Partai Nasdem, dan Partai Demokrat, serta didukung pula oleh Partai Golkar itu.

Advertisement

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif