JIBIPhoto
Ilustrasi e-commerce (JIBI/Solopos/Detik/Achmad Rouzani Noor)

Kerugian Masyarakat dari Tranksaksi E-commerce Tembus Rp2,2 Miliar

Aktivitas masyarakat yang melakukan belanja melalui daring ?tengah menjadi tren? di Indonesia.

Solopos.com, JAKARTA – Mabes Polri ?mengungkapkan selama periode September hingga Desember 2017 total jumlah kerugian masyarakat yang telah melakukan transaksi daring melalui layanan e-commerce mencapai Rp2,2 miliar.

?Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri, Kombes Pol, Asep Safruddin mengakui aktivitas masyarakat yang melakukan belanja melalui daring ?tengah menjadi tren? di Indonesia. Namun menurutnya, hal tersebut sejalan dengan tingginya tingkat kejahatan yang semakin besar terhadap masyarakat yang melakukan belanja online.

“Kemarin kita sempat monitor 4 bulan terakhir mulai dari September 2017-Desember 2017. Itu total kerugiannya kurang-lebih mencapai Rp2,2 miliar dan ini masih kami pantau terus kejahatan transaksi online ini,” tuturnya, Jumat (12/1).

Dia menjelaskan dalam waktu dekat kepolisian juga akan membuat aplikasi pengaduan daring untuk masyarakat yang menjadi korban penipuan pada transaksi e-commerce.? Menurutnya, setelah korban penipuan e-commerce membuat pengaduan, akan dilanjutkan membuat laporan ke Bareskrim Mabes Polri.

“Kalau laporan itu tetap. Jadi agar cepat ditindaklanjuti, masyarakat yang menjadi korban melaporkan dulu ke aplikasi pengaduan kami. Dalam waktu dekat akan kami luncurkan pengaduan online ini,” katanya.

lowongan pekerjaan
HRD PT. Bengawan Inti Kharisma (Management SOLO GRAND MALL Lt. 4A), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Komentar

Menarik Lainnya

JIBIPhoto

UMKM Kulonprogo Didorong Rambah Bisnis Daring

JIBIPhoto

E-Commerce Bakal Dikenai Pajak

JIBIPhoto

UMKM Mesti Berani Jualan Online

JIBIPhoto

Harbolnas China, Penjualan Alibaba Tembus Rp243 Triliun dalam Sehari

JIBIPhoto

Zalora Hadirkan Pesta Diskon untuk Konsumen Lajang

JIBIPhoto

Jelang Pesta Belanja Online, Shopee Hadirkan Shopee Mall

JIBIPhoto

Pertumbuhan Pasar Online untuk Toko Ritel Lambat