JIBIPhoto
Warga membantu pengguna jalan melintas di ruas jalan Jubel-Nganti, yang rusak parah, Rabu (10/1/2018) pagi. (Istimewa/Riyanto)

JALAN RUSAK SRAGEN
Jalan Jubel-Nganti Bak Sawah, Begini Komentar Bupati Yuni Sukowati

Jalan rusak di Sragen kembali diunggah ke medsos.

Solopos.com, SRAGEN — Jalan kabupaten yang menghubungkan antara Dukuh Jubel, Karangtalun, Tanon, dengan Desa Nganti, Gemolong, Sragen, rusak berat beberapa bulan terakhir.

Kondisi diperparah dengan tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir, sehingga badan jalan becek dan susah dilewati. Kondisi tersebut membuat warga setempat jengah.

Sebagian warga melakukan aksi penanaman pohon pisang di bagian jalan yang rusak, Senin (8/1/2018). Bagian jalan itu lantas difoto dan diunggah ke media sosial (medsos) Facebook.

Unggahan foto tersebut mendapat perhatian warganet. Informasi yang dihimpun Espos aksi penanaman pohon pisang kembali dilakukan sejumlah warga, Rabu (10/1/2018).

Aksi itu sebagai bentuk sindiran ke Pemkab agar segera memperbaiki jalan. Jangan sampai kerusakan jalan dibiarkan saja sehingga mengganggu aktivitas warga. Kabag Humas Setda Sragen, Yuniarti, mengaku sudah mendapat informasi kerusakan jalan tersebut. Dia pun sudah menanyakan hal itu kepada Kepala DPUPR Sragen, Marija.

Berdasarkan keterangan Marija, ruas jalan yang rusak sudah masuk agenda perbaikan 2018. “Pak Marija juga sudah mengirim tim untuk cek lokasi yang rusak,” ujar Yuniarti.

Dia menerangkan jalan yang akan diperbaiki meliputi ruas Klentang-Jenalas, Jenalas-Nganti, dan Nganti-Janti. “Tapi untuk detail anggarannya DPUPR yang tahu,” kata dia.

Sedangkan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menyatakan hak setiap warga untuk memberikan masukan dan saran. Tugas Pemkab membuat skala prioritas. “Memberikan masukan dan saran ya boleh saja. Toh sudah kami masukkan 2018. Tinggal proses pelelangan dan pengerjaan konstruksi. Tentu harus prosedural,” urai dia.

Yuni, panggilan akrabnya, menjelaskan DPUPR sudah memasukkan sebagian paket proyek untuk diproses lelang. Tapi dia tak tahu paket jalan Jubel sudah masuk atau belum.

“Kan proyek di DPUPR dibagi dalam tiga gelombang. Lah yang Klentang ini masuk yang mana saya tidak tahu. Nanti bisa dicek di dinas teknis terkait [DPUPR],” saran dia.

Yuni mengaku bisa memahami alasan warga mengunggah foto jalan rusak yang ditanami pohon ke medsos. Sebab fenomena generasi zaman now menurut dia memang begitu.¬†“Generasi zaman now itu makan saja difoto dan diunggah di medsos. Jadi ya bagi saya biasa-biasa saja. Tugas pemerintah membuat skala prioritas mana yang penting,” kata dia.

Tapi Yuni berharap pohon pisang yang sudah ditanam warga bisa dicabut lagi. Sebab sudah dipastikan Pemkab telah menganggarkan dana perbaikan tahun 2018 ini. “Tapi kalau tidak percaya ya silahkan ditambahi pohonnya biar tumbuh dan berbuah. Peran Humas [Setda] sangat sentral untuk memberikan informasi seperti ke dinas teknis,” tegas dia.

Yuni menerangkan sebenarnya Pemkab sudah mempunyai hotline Lapor Mbak Yuni via nomor ponsel. Justru bila aspirasi disalurkan melalui hotline itu bisa cepat direspons Pemkab.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Komentar

Menarik Lainnya

JIBIPhoto

Pemkab Sragen Utang Rp200 Miliar, Skema Pembayaran Harus Lunas Dalam 3 Tahun!

JIBIPhoto

Bupati Sragen Yuni Sukowati Geram Rentenir Beraksi di Pasar-Pasar

JIBIPhoto

Pilgub Jateng 2018 Jadi Ajang Pertarungan Bupati Sragen Lawan Sang Adik

JIBIPhoto

Ini Resolusi Bupati Sragen untuk Tahun 2018

JIBIPhoto

2016-2017, Sragen Dapat Rapor Merah untuk Pelayanan Informasi Publik

JIBIPhoto

PILKADES SRAGEN
Kades Baru Dilantik, Bupati Ingatkan Jangan Bermimpi Cari Duit Balen!

JIBIPhoto

11 Ibu Meninggal Dunia saat Melahirkan di Sragen pada 2017