JIBIPhoto
Anggota Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Kalimantan Barat menyajikan tarian khas Dayak dalam International Rain Festival 2016 di pelataran Mugi Dance Studio, Desa Pucangan, Kartasura, Sukoharjo. Minggu (10/1/2016). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)

INTERNATIONAL RAIN FESTIVAL
Delegasi Meksiko akan Tampil dalam Festival Hujan Minggu (14/1/2018)

International Rain Festival kembali dilaksanakan Minggu (14/1/2018).

Solopos.com, SOLO — Penari kontemporer Mugiyono Kasido kembali menggelar International Rain Festival (IRF). Event tahunan yang diperingati untuk mensyukuri nikmat hujan ini diselenggarakan di Studio Mugi Dance, Desa Pucangan, Kartasura, Minggu (14/1/2018).

Perwakilan dari Manajemen Mugi Dance, Nuri Aryati, Jumat (12/1/2018), mengatakan pentas kali ini bakal mengusung format berbeda. IRF digelar pukul 10.00 WIB–pukul 22.00 WIB. Biasanya event yang melibatkan berbagai seniman dari dalam dan luar negeri ini diselenggarakan dua hari mulai sore hingga malam.

Acara pagi bakal dibuka dengan pentas kesenian anak-anak sekolah dari SD Widya Wacana, SMA Penerbangan Yogyakarta, dan kelompok musik Mugi Dance Junior. Dilanjutkan dengan fashion show kostum berbahan sampah.

Mereka bekerja sama dengan Komunitas Gropesh Solo yang digawangi Denok Wulandari. Pergelaran busana tersebut melibatkan anak-anak di sekitar Desa Pucangan, Kartasura, sebagai modelnya. “Mereka dilatih untuk memeragakan gaun-gaun kreasi dari bahan sampah,” kata Mugiyono.

Sementara pentas utama bakal digelar malam hari. Kolaborasi pentas menyambut hujan ini melibatkan puluhan seniman dari berbagai daerah di Indonesia, yaitu Bali, Kaltim, Kalteng, Palu, Padang, Lampung, Papua, dan Tulungagung.

Sementara untuk perwakilan dari luar negeri, IRF hanya menggandeng Meksiko. Lebih sedikit dari tahun lalu yang melibatkan dua delegasi dari Filipina dan Singapura.

Tak sekadar pentas seni, seperti biasa IRF juga mengajak masyarakat mengikuti serangkaian workshop pemanfaatan air hujan. Seperti pembuatan air alkali dari air hujan, serta workshop biopori. Kegiatan pelatihan ini berlangsung mulai pukul 13.30 WIB hingga sore.

Kegiatan workshop melibatkan sejumlah komunitas yaitu Sedulur Banyu Udan yang digawangi Agus Bimo untuk air alkali dan Komunitas Sibat untuk workshop Biopori. Lebih lanjut Mugi menambahkan acara ini gratis dan dibuka untuk umum.

lowongan pekerjaan
PKG 39, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Komentar

Menarik Lainnya

JIBIPhoto

Ramadan, Mugiyono Kasido Gelar Pesantren Tari di Studio Mugidance

JIBIPhoto

FESTIVAL HUJAN 2016
400 Seniman bakal Unjuk Aksi di Festival Hujan 2016

JIBIPhoto

INTERNATIONAL RAIN FESTIVAL 2015
Puluhan Seniman Siap Tampil di Mugidance Studio

JIBIPhoto

SIPA 2014
SIPA 2014 Mulai Malam Ini, Ini Penampilnya...

JIBIPhoto

FOTO TARI KONTEMPORER
Seniman 2 Bangsa Bersiap Festival Internasional

JIBIPhoto

PILPRES 2014
Sore Ini Doa Bersama Indonesia Damai di Pelataran Museum Radya Pustaka

JIBIPhoto

SEMINAR WAYANG
Institut Javanologi Bedah Prospek Wayang di Asia