JIBIPhoto
Sejumlah pendaki menyusuri jalur pendakian Gunung Merapi dengan latar belakang Gunung Merbabu, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, (JIBI/Harian Jogja/Antara/Dok.)

Jalur Pendakian ke Gunung Merbabu Ditutup selama Februari

BTNG Merbabu menutup jalur pendakian gunung tersebut selama Februari 2018.

Solopos.com, BOYOLALI — Jalur pendakian ke Gunung Merbabu akan ditutup selama Februari 2018. Penutupan seluruh jalur pendakian Taman Nasional Gunung (TNG) Merbabu itu untuk pemulihan ekosistem di kawasan TNG Merbabu.

Keputusan penutupan jalur pendakian Merbabu ini tertuang dalam surat edaran Balai Taman Nasional (BTNG) Merbabu nomor 03/T.35/TU/MANF/01/2018 yang ditandatangani Kepala Balai, Edy Sutiyarto, pada 5 Januari 2018.

Total ada lima jalur yang ditutup, meliputi jalur Selo di Dukuh Genting, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Boyolali; jalur Suwanting di Dukuh Suwanting, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Magelang; jalur Cunthel di Dukuh Cunthel, Kopeng, Kecamatan Getasan, Semarang; jalur Thekelan di Dukuh Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Semarang, dan jalur Wekas, Dukuh Kedakan, Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, Magelang.

“Sehubungan dengan kondisi jalur pendakian yang perlu perbaikan dan pemeliharaan serta memperhatikan aspek keselamatan pengunjung, maka semua jalur pendakian Taman Nasional Gunung Merbabu ditutup sementara terhitung tanggal 1-28 Februari 2018 untuk kepentingan pemulihan ekosistem kawasan TNG Merbabu,” tulis pengumuman tersebut.

Sementara itu, Edy belum dapat diminta konfirmasi mengenai surat tersebut. Saat dihubungi Solopos.com, ponsel Edy tidak aktif. Di sisi lain, penutupan jalur ini memungkinkan calon pendaki Merbabu mengalihkan tujuan mereka ke gunung “tetangganya”, yakni Gunung Merapi.

Terkait hal tersebut, Kepala Resort Selo dari BTNG Merapi, Suwiknya, belum merencanakan persiapan khusus untuk menampung pendaki Merbabu yang beralih ke Merapi. “Rencananya, Februari memang ada penutupan jalur pendakian ke Merbabu. Jadi, mungkin akan ada pendaki yang beralih ke Merapi. Tapi menurut saya tidak akan banyak karena pada musim penghujan jumlah pendaki ke Merapi dan Merbabu sedikit karena masih sering turun hujan dan kabut,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (6/1/2018).

Disinggung rencana penutupan serupa di TNG Merapi untuk kepentingan pemulihan ekosistem kawasan, Suwiknya mengatakan hingga saat ini belum ada. “Kami belum tahu [apakah jalur pendakian Merapi akan ditutup atau tidak]. Sementara dari balai [BTNG Merapi] sampai sekarang belum ada rencana penutupan,” imbuhnya.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Komentar

Menarik Lainnya

JIBIPhoto

ESPOSPEDIA
Jalur Evakuasi saat Terjadi Erupsi Merapi di Klaten

JIBIPhoto

BENCANA KLATEN
Konsep Desa Paseduluran Ringankan Beban Evakuasi Korban Erupsi Merapi

JIBIPhoto

Korban Kecelakaan Jeep Lava Tour Meninggal Dunia

JIBIPhoto

Jalur Pendakian Gunung Merbabu Ditutup Sebulan, Ini Tanggapan Pendaki

JIBIPhoto

Libur Akhir Tahun, Hanya 1% Wisman Kunjungi MGM

JIBIPhoto

Kawasan Rawan Bencana Merapi Dibagi Sembilan Zona

JIBIPhoto

TAHUN BARU 2018
Pendaki Merapi Dibatasi 2.500 Orang dan Dilarang Lakukan Ini