JIBIPhoto
Ilustrasi bersin (Youtube)

TAHUKAH ANDA?
Alasan Manusia Tutup Mata saat Bersin

Tahukah Anda, mengapa manusia akan tutup mata saat bersin?

Solopos.com, SOLO – Saat bersin mata secara otomatis akan terpejam. Menurut Dr David Huston, dekan di kampus Texas A&M Colllege of Medicine Houtson mengatakan sangat kecil kemungkinan manusia tetap membuka mata saat bersin.

“Kenyataannya adalah kemungkinan bersin dengan mata terbuka menunjukkan bahwa itu bukanlah sesuatu yang pasti,” kata Huston dalam sebuah pernyataan. Tidak begitu jelas mengapa manusia berkedip saat bersin, tapi itu bisa jadi merupakan tindakan yang bersifat melindungi.

Sebagaimana dilansir Okezone dari Live Science, Selasa (12/12/2017), bersin merupakan refleks sternutasi, melindungi jalur hidung kita dari partikel asing dengan memaksa angin meluncur kencang dengan kecepatan 10 mph, dari paru-paru. Sebelumnya, kecepatannya tercatat mencapai 100 mph, tapi sebuah penelitian pada 2013 yang diterbitkan di jurnal Plus One menemukan enam sukarelawan memiliki kecepatan bersin 4,5 meter per detik atau 10 mph.

Meskipun begitu, bersin bukanlah sekadar mengeluarkan udara dan partikel asing. Saat terangsang, pusat bersin otak memerintahkan kontraksi otot dari esofagus ke sfingter, termasuk otot yang mengendalikan kelopak mata.

Beberapa orang yang bersin bahkan meneteskan air mata. Huston mengatakan, penyebab manusia menutup matanya saat bersin yakni untuk mencegah partikel yang dikeluarkan oleh hidung memasuki mata mereka.

“Dengan menutup kelopak mata saat bersin, maka itu dapat mencegah iritasi untuk memasuki dan mengganggu mata,” ujar Huston.

Manusia bisa membuka matanya saat bersin jika bersikeras. Selain itu, tidak perlu khawatir bola mata Anda akan keluar seperti sebuah kisah yang tidak terjelaskan dalam sains.

“Tidak ada bukti yang membenarkan klaim tersebut. Tekanan yang dihasilkan dari bersin tidak mungkin dapat menyebabkan bola mata keluar bahkan jika Anda membuka mata,” jelas Huston.

Sebaliknya, tekanan yang meningkat dari bersin yang keras dapat terbentuk di pembuluh darah, bukan di mata ataupun otot yang mengelilinginya. Tekanan vaskular yang meningkat ini dapat menyebabkan pembuluh darah kecil (kapiler) pecah, dan biasanya terlihat di bola mata atau wajah seseorang dalam sekali pecah.

“Misalnya, selama proses persalinan, ketegangan yang berlebihan bisa menyebabkan beberapa pembuluh mengalami pendarahan sehingga mata atau wajah seorang ibu tersebut tampak merah atau lebam. Namun, sangatlah tidak bertanggung jawab untuk mengklaim bahwa tekanan semacam itu bisa melepaskan bola mata dari rongganya,” jelas Huston.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Komentar

Menarik Lainnya

JIBIPhoto

Dua Bangunan Mesir Kuno Ditemukan Aswan

JIBIPhoto

TIPS KARIER
Stres di Kantor? Yuk Hias Ruangan dengan Tanaman

JIBIPhoto

TAHUKAH ANDA?
Narsistik Berasal Dari Nasib Tragis Tokoh Mitologi Yunani

JIBIPhoto

HASIL PENELITIAN
Pekerja Shift Malam Berisiko Tinggi Terkena Kanker

JIBIPhoto

Apel dan Tomat Bersihkan Paru-Paru Mantan Perokok

JIBIPhoto

Presiden Termiskin di Dunia Jose Mujica Sumbangkan 90% Gaji & Pilih Hidup di Desa

JIBIPhoto

HASIL PENELITIAN
Konsumsi Ikan Tingkatkan Kualitas Tidur dan IQ