JIBIPhoto
Sepeda ontel tua dijual di Pasar Jongke Solo, Kamis (16/11/2017). (Bayu Jatmiko Adi/JIiBI/Koran Solo)

Sepeda Antik di Pasar Jongke Solo Diburu Meski Harga Selangit

Warga masih meminati sepeda klasik meski harganya setara dengan sepeda motor.

Solopos.com, SOLO – Pasar Jongke Solo masih menjadi salah satu tujuan para penghobi sepeda untuk membeli sepeda antik. Masih ada beberapa model dan merek sepeda tua pabrikan Belanda dan Inggris yang dijual di tempat tersebut.

Seorang warga Sukoharjo, Wagiyo, 75, sengaja datang ke Pasar Jongke pada Kamis (16/11/2017) hanya untuk mengunjungi kios-kios sepeda di pasar tersebut. Dia mengaku sudah beberapa kali mendatangi pasar itu untuk mendapatkan sepeda-sepeda antik.

“Kalau cari sepeda ya ke sini. Dulu saya pernah sampai punya enam sepeda. Saya memang suka dengan sepeda zaman dulu seperti ini,” kata dia saat ditemui di kios sepeda milik Muhlan, 62, di Pasar Jongke, Kamis.

Dia mengatakan barang di Pasar Jongke cukup bagus. Dia mengaku setiap mencari sepeda, selalu mencari yang kondisinya masih asli dan masih bagus. Menurutnya meski harga sepeda klasik tinggi, namun kualitasnya tidak perlu diragukan.

Dia pun menyebutkan beberapa merek sepeda favoritnya. “Ya biasanya Simplex atau Humber, setidaknya Philip,” tutur dia. Simplex merupakan merek sepeda dari Inggris sedangkan Humber merek sepeda dari Belanda. Sedangkan Philip juga berasal dari Ingrris.

Penjual sepeda di Pasar Jongke, Muhlan, mengatakan saat ini peminat sepeda klasik masih cukup banyak. Setiap bulan dia pun selalu mendapatkan pembeli untuk sepeda-sepeda antiknya. Ada beberapa merek yang dijual di kiosnya. Mulai Simplex, Gazelle, Rally, Humber, Philip, Hercules dan sebagainya.

Harga sepeda pun beragam, tergantung kondisi dan kualitasnya. Harga satu unit sepeda ontel klasik tersebut bisa setara dengan harga satu unit sepeda motor baru atau bahkan lebih mahal.

Dia mengatakan ada satu unit sepeda ontel klasik dijual dengan harga antara Rp17,5 juta hingga Rp25 juta. Namun ada pula yang dijual dengan harga Rp7,5 juta hingga Rp10 juta. “Harganya memang cukup tinggi. Jika dibandingkan harga sepeda model saat ini, memang jauh,” kata dia.

Menurutnya, sepeda klasik yang dijualnya saat ini sudah tidak diproduksi lagi. Sebagian besar sepeda diproduksi sekitar tahun 1950. Meski begitu kondisinya masih baik. Cat sepeda pun dibiarkan apa adanya. “Kalau dicat ulang justru tidak disukai,” kata dia.

Selain kios milik Muhlan, ada juga beberapa kios lain yang menjual sepeda, baik sepeda model saat ini maupun sepeda klasik. Kebanyakan yang dijual adalah sepeda-sepeda seken.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Komentar

Menarik Lainnya

JIBIPhoto

KISAH UNIK
Aneh, Wanita Ini Lumuri Darah Haid ke Wajahnya

JIBIPhoto

Giuliana Farfalla, Transgender Jadi Model Majalah Playboy

JIBIPhoto

KISAH UNIK
Protes Jalan Rusak, Polisi Demak Taruh Lele di Perlintasan KA

JIBIPhoto

Lempar Bola Bowling, Perempuan Ini Malah Pecahkan TV

JIBIPhoto

Unik! Man of The Match di Afrika Dihadiahi Sandal Hingga Paket Data Internet

JIBIPhoto

Pakai Ekskavator Keliling Desa, Pengantin Ini Beri Inspirasi Pernikahan Unik

JIBIPhoto

KISAH INSPIRATIF
Rambut Bocah Ini Hampir Beku Begitu Sampai Sekolah