JIBIPhoto
Rodrigo Duterte (philstar.com)

Tuding Polisi Filipina Korup, Duterte Ambil Alih Pimpinan Perang Narkoba

Rodrigo Duterte mengambil alih pimpinan perang terhadap narkoba setelah menuding polisi Filipina korup.

Solopos.com, JAKARTA — Dianggap korup, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mencabut peran kepolisian dalam memimpin perang terhadap narkoba. Badan Anti Narkotika Filipina akan mengambil alih kepemimpinan dalam operasi yang oleh banyak kalangan dinilai brutal itu.

Polisi mengakui telah menewaskan lebih dari 3.850 orang dalam operasi anti-narkoba sejak Duterte berkuasa tahun lalu. Pada Januari 2017 lalu, Duterte juga menonaktifkan polisi dari perang melawan narkoba. Diberitakan Bbc.com, Kamis (12/10/2017), Duterte menuding polisi korup.

Langkah Duterte diambil menyusul terjadinya penculikan dan pembunuhan terhadap seorang pengusaha Korea Selatan oleh polisi anti-narkoba.
Duterte terpilih dalam pemilihan presiden pertengahan tahun lalu berkat kebijakan garis keras yang dijanjikannya dalam memberantas narkoba, kejahatan dan korupsi.

Kebijakannya yang menghalalkan pembunuhan di luar hukum dalam perang melawan narkoba memicu kecaman yang meluas. Kecaman itu datang baik di dalam negeri maupun dunia internasional. September lalu, ribuan orang berdemonstrasi mengecamnya. Akan tetapi ibuan orang lainnya menghadiri demonstrasi tandingan yang mendukungnya.

Titik balik terjadi pada 16 Agustus lalu terjadi peristiwa paling menghebohkan terkait kekerasan kebijakan Duterte. Saat itu, seorang anak laki-laki terbunuh di Caloocan. Polisi mengatakan remaja berusia 17 tahun itu lari dan menembak, sehingga polisi melepaskan tembakan balasan. Namun orang tua anak itu menyangkal tudingan bahwa anak itu terlibat dalam jaringan narkoba.

Seorang saksi mengatakan polisi mencoba untuk meletakkan pistol ke tangan anak itu. Rekaman CCTV menunjukkan dia diseret oleh polisi.
Sebagai konsekuensinya, polisi mengatakan 1.200 petugas dari Manila akan dilatih ulang dan kemudian ditugaskan ke unit lain.

Kendati dukungan terhadap Duterte masih sangat luas, sebuah jajak pendapat baru akhir pekan ini menunjukkan kepercayaan dan kepuasan pada presiden turun ke tingkat terendah sejak awal masa jabatannya. Kamis pekan lalu, kerabat dari dua orang yang dibunuh oleh polisi mengajukan permohonan ke Mahkamah Agung, agar perang narkoba yang dilancarkan Duterte dinyatakan ilegal.

lowongan pekerjaan
PT ANDALAN FINANCE INDONESIA (Nasmoco Group), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Komentar

Menarik Lainnya

JIBIPhoto

Mendadak Mesra, Duterte Nyanyikan Lagu Cinta untuk Donald Trump

JIBIPhoto

Apple Dituntut Ormas Filipina Gara-Gara Game Presiden Duterte

JIBIPhoto

Pengawal Presiden Filipina Rodrigo Duterte Tewas Ditembak

JIBIPhoto

Presiden Filipina Rela Anaknya Dibunuh Jika Terbukti Gabung Sindikat Narkoba

JIBIPhoto

Presiden Filipina Duterte Bersumpah Takkan Kunjungi AS

JIBIPhoto

Bom Kampung Melayu Diduga Reaksi ISIS Atas Darurat Militer di Filipina

JIBIPhoto

Presiden Filipina Jadi Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia Versi Time