senin 5 juni
JIBIPhoto
Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri saat penggeledahan rumah orang tua Sep di Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Selasa (6/6/2017). (Ist)

TERDUGA TERORIS GUNUNGKIDUL
Penangkapan Sep Terkait dengan Bom

Keluarga sebelumnya tidak menduga dan menaruh kecurigaan apapun atas aktvitas keseharain Sep

Solopos.com, GUNUNGKIDUL—Penangkapan Sep, 33, di Dusun Madusari, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Selasa (6/6/2017) ternyata terkait dengan bom.

“Kami [keluarga] belum mendapatkan infromasi resmi atau diberikan surat dari polisi tapi yang saya dengar tadi [Selasa, 6/6/2017], katanya adik saya terlibat bom, entah di mana gitu tempatnya, saya belum tahu jelas,” ungkap kakak Sep, Eko Budiharianto, Selasa.

Dia berharap kepolisian dapat membuktikan terlebih dahulu jika memang adiknya itu terlibat aksi teror. Namun, jika memang terbukti tidak bersalah, pihak keluarga meminta agar Sep segera dilepaskan. Keluarga sebelumnya tidak menduga dan menaruh kecurigaan apapun atas aktvitas keseharian Sep.

Anak bungsu dari tiga bersaudara itu kesehariannya biasa-biasa saja. Pun demikian setelah pindah domisili di Tegal, Jawa Tengah, dan berprofesi sebagai guru musik, Sep masih sering berkomunikasi dengan keluarga di Wonosari.

“Dia [Sep] sekitar 2008 lalu pindah ke Tegal sebagai guru musik setelah lulus dari Sekolah Menengah Musik [SMM] di Bantul. Dia kemudian menikah dan menetap di Tegal. Pulang ke sini [Desa Kepek] sudah tiga hari, dia pulang karena minta restu orang tua mau mengkhitankan anaknya,” ujar Eko.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Polres Gunungkidul, Iptu Ngadino, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Namun, dirinya belum dapat memberikan pernyataan resmi. “Yang memberikan pernyataan resmi nanti dari Polda DIY,” katanya.

lowongan kerja, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Komentar