JIBIPhoto

UMKM SLEMAN
Perguruan Tinggi Digandeng untuk Tangani Limbah Produksi Batik

UMKM Sleman di Balecatur didorong agar terus berkembang

Solopos.com, SLEMAN — Kelompok Batik Sekar Jatimas di Balecatur Gamping, berkomitmen untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap batik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan membatik.

Wakil Ketua Kelompok Batik Sekar Jatimas Lilis Haryati mengatakan, kelompok Batik Sekar Jatimas merupakan bentuk kegiatan ibu-ibu di Dasa Wisma. Selain untuk meningkatkan ketrampilan membatik, keberadaan kelompok tersebut untuk melestarikan budaya. Dalam perkembangannya, ketrampilan membatik tersebut menumbuhkan inisiatif bagi ibu-ibu untuk menjadikan sebuah aktivitas usaha.

“Dengan demikian, dua hal yang dapat dicapai melalui kegiatan ini, belajar membatik untuk melestarikan budaya dan sekaligus mengembangkan fungsi ekonomi yang bisa menunjang ekonomi keluarga,” katanya, Kamis (20/4/2017).

Untuk itu, kelompok Batik Sekar Jatimas juga terbuka menerima masyarakat terutama ibu-ibu yang hendak belajar membatik di showroom. Jika budaya membatik dilestarikan, lanjutnya, maka keberlangsungan batik tulis sebagai warisan budaya akan terus berlangsung. Hal itu perlu dilakukan di tengah serbuan batik printing atau bahan tekstil bermotif batik, yang saat ini terjadi.

Kegiatan pelatihan membatik dilaksanakan di showroom dan Rumah Produksi kelompok Batik Sekar Jatimas di kawasan perumahan Jatimas Permai, Balecatur, Kecamatan Gamping. “Kami terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar membatik, demi melestarikan budaya,” katanya.

Menurutnya, peserta pelatihan diperkenalkan dan langsung mempraktikan proses produksi batik. “Produksi batik tulis itu memiliki banyak tahapan, mulai dari pemolaan motif (menggambar motif), menyanting, mewarnai teknik pencoletan, menutup, penyelupan warna hingga melorot,” katanya.

Kelompok batik Sekar Jatimas, lanjutnya, memiliki visi membatik untuk Kesejahteraan Bersama. Metode yang digunakan juga dinilai baik. Model pelatihan lima peserta, satu kelomopok didampingi oleh seorang pendamping. “Kami berharap dengan model pendampingan seperti ini pelatihan berjalan efektif,” harapnya.

Dengan metode tersebut dia berharap peserta pelatihan memiliki apresiasi tinggi terhadap batik. Pada gilirannya, kata Lilis, apresiasi tersebut menjadi pendorong bagi upaya melestarikan batik.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik UGM Nur Indrianti Panut Mulyono mengatakan, pihaknya membawa 26 ibu-ibu anggota darma wanita untuk belajar membatik di lokasi tersebut.”Proses membatik yang ternyata membutuhkan waktu lama, ketelitian, dan ketelatenan. Ini dapat menyadarkan ibu-ibu untuk lebih menghargai dan melestarikan batik,” harapnya.

Meski begitu Nur mengingatkan soal penanganan limbah produksi batik. Dia berharap agarĀ  kelompok Batik Sekar Jatimas menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi yang memiliki program studi pengolahan limbah. Menurutnya, jalinan kerjasama antara kelompok Batik Sekar Jatimas denganĀ  UGM telah dirintis sejak awal berdirinya kelompok itu. Kelompok ini mendapat pendampingan program dari LPPM UGM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) untuk program Pengembangan Teknologi Tepat Guna.

Di samping itu, beberapa unit kerja di UGM juga sudah menggunakan produk Batik Sekar Jatimas sebagai seragam batik dengan motif Parijotho, motif batik khas Sleman. “Dengan membuka pelatihan membatik ini akan memotivasi kelompok batik untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap batik,” harap Nur.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Komentar

Menarik Lainnya

JIBIPhoto

KISAH SUKSES
17 Tahun Wirausaha, Endah Hasilkan 23 Macam Keripik

JIBIPhoto

Data Pelaku Kuliner Sleman Dikirim ke Pusat, Ada Apa?

JIBIPhoto

PELUANG USAHA
Premiumkan Sirup Jahe, Resep Keluarga dari Merapi

JIBIPhoto

Banjir Promo dari Toko Batik Solo di Hari Batik Nasional

JIBIPhoto

PELUANG USAHA
Biji & Kulit Salak Ternyata Banyak Manfaatnya, Apa Saja?

JIBIPhoto

UMKM SLEMAN
Industri Tahu Masih Terkendala Bahan Baku

JIBIPhoto

PERTANIAN SLEMAN
Menggiurkan, Budidaya Krisan Beromzet Rp8juta Sekali Panen