News
Jumat, 24 Maret 2017 - 17:00 WIB

Tersangka Pemain Sentral Korupsi E-KTP, Andi Narogong Resmi Ditahan KPK

Redaksi Solopos.com  /  Adib Muttaqin Asfar  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong keluar mobil setibanya di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/3/2017) malam. (JIBI/Solopos/Antara/Reno Esnir)

Andi Narogong, yang diduga menjadi pemain sentral dalam dugaan korupsi proyek e-KTP, ditahan KPK.

Solopos.com, JAKARTA — KPK resmi menahan Andi Agustinus alias Andi Narogong yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun anggaran 2011-2012.

Advertisement

“Resmi hari ini tanggal 24 Maret 2017 KPK telah melakukan penahanan terhadap tersangka AA [Andi Agustinus] dalam kasus KTP-e,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Jakarta, Jumat (24/3/2017).

Ia menambahkan hingga Jumat (24/3/2017), KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap Andi Agustinus. “Jadi, nanti kita ikuti perkembangannya. Sampai hari ini masih dilakukan pemeriksaan mudah-mudahan nanti dari hasil pemeriksaan ada pengembangan-pengembangan yang berikutnya,” tutur Basaria.

Menurut dia, penyidik memang harus memeriksa yang bersangkutan secara intensif karena yang bersangkutan mengetahui tentang pengadaan pengerjaan e-KTP tersebut.

Advertisement

“Kalau mengikuti persidangan kemarin, beliau banyak mengetahui tentang hal ini. Yang paling penting penyidik punya pemikiran kalau yang bersangkutan diperlukan pemeriksaan secara intensif. Itu yang paling diutamakan,” ucap Basaria.

Namun, ia belum mau menyebutkan tempat di mana dilakukan penahanan terhadap Andi Agustinus. “Masih dalam pemeriksaan, nanti ditahan di mana kita lihat saja,” kata Basaria.

Sebelumnya, Kamis (23/3/2017), KPK menetapkan Andi Agustinus alias Andi Narogong sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP 2011-2012. Andi bersama-sama dengan dua terdakwa lain, yaitu Irman selaku Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri dan Sugiharto selaku Pejabat Pembuat Komitmen Dirjen Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, diduga melakukan perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan negara.

Advertisement

Andi disangkakan pasal 2 ayat (1) atas pasal 3 UU No. 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun denda paling banyak Rp1 miliar.

KPK menduga Andi Narogong memiliki peran aktif atas penganggaran dan pengadaan barang dan jasa dalam proyek e-KTP. Pertama, dalam proses penganggaran, yang bersangkutan melakukan sejumlah pertemuan dengan para terdakwa dan anggota DPR dan pejabat Kemendagri terkait proses penganggaran e-KTP. Dia juga diduga terkait aliran dana untuk sejumlah anggota Banggar dan anggota Komisi II DPR dan pejabat Kemendagri.

Kedua, dalam proses pengadaan Andi diduga berhubungan dengan para terdakwa dan pejabat di Kemendagri. Andi mengkoordinir tim Fatmawati yang diduga dibentuk untuk pemenangan tender kemudian terkait aliran dana kepada sejumlah panita pengadaan. Terkait penetapan tersangka tersebut, KPK sudah melakukan penggeledahan di 3 lokasi di Cibubur.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif