Soloraya
Jumat, 3 Februari 2017 - 14:15 WIB

TRANSPORTASI WONOGIRI : Organda Sambat PO dari Luar Wonogiri Menyalahi Trayek

Redaksi Solopos.com  /  Rohmah Ermawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Suasana keberangkatan calon penumpang bus di Terminal Giri Adi Pura, Wonogiri. (Danur Lambang Pristiandaru/JIBI/Solopos)

Transportasi Wonogiri, Organda minta bus yang menyalahi trayek ditertibkan.

Solopos.com, WONOGIRI — Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) Wonogiri meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menertibkan armada bus dari luar Wonogiri yang menyalahi trayek.

Advertisement

Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Organda Wonogiri, Edy Poerwanto, berujar beberapa unit bus dari perusahaan otobus (PO) yang berasal dari luar Wonogiri menyalahi trayek.

“Ada beberapa PO yang menyalahi trayek. Misalkan ada salah satu PO yang mempunyai 30 armada yang bertrayek Wonogiri. Ya harusnya cuma ada 15 armada yang datang. Jangan 30 armada diturunkan semua,” kata dia kepada wartawan di Kompleks Setda Wonogiri, Kamis (2/2/2017).

Advertisement

“Ada beberapa PO yang menyalahi trayek. Misalkan ada salah satu PO yang mempunyai 30 armada yang bertrayek Wonogiri. Ya harusnya cuma ada 15 armada yang datang. Jangan 30 armada diturunkan semua,” kata dia kepada wartawan di Kompleks Setda Wonogiri, Kamis (2/2/2017).

Edy mengatakan hal itu membuat anggota DPC Organda Wonogiri menjadi resah. Edy melanjutkan keresahan itu terjadi selama bertahun-tahun sejak bus-bus dari luar Wonogiri menyerbu Wonogiri.

“Apalagi Pemda DKI Jakarta sekarang meluncurkan aturan baru yakni semua bus yang dari Jateng dan DIY hanya boleh menaikkan dan menurunkan penumpang di Terminal Pulogebang. Itu semakin membuat kondisi kami semakin kritis,” sambungnya.

Advertisement

“Kami ingin PO yang berasal dari luar Wonogiri tidak seenaknya sendiri di sini. Misalkan mereka punya 100 armada namun hanya memiliki 30 trayek Wonogiri, jangan menerjunkan seluruh armadanya ke Wonogiri,” kata dia.

Edy menambahkan PO yang ada di Wonogiri tersisa 22 orang. Padahal beberapa tahun yang lalu jumlahnya mencapai 29 orang.

Terpisah, Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, bertutur Pemkab akan membuat kebijakan ihwal penertiban armada bus yang menyalahi trayek. “Apabila ada bus yang beroperasi tidak sesuai trayeknya, maka saya minta untuk segera dilengkapi [perizinannya],” kata dia.

Advertisement

Bupati menambahkan kebijakan tersebut dibuat berdasarkan pertemuan dengan pengusaha bus dari luar Wonogiri, pengusaha bus dari Wonogiri, dan Organda Wonogiri di Ruang Girimanik Kompleks Setda Wonogiri, Kamis.

“Organda mengatakan ada sekitar 40% armada bus yang beroperasi tapi izin. Ini kan sesuatu yang memprihatinkan. Maka pemerintah harus tegas. Tegas tapi tidak diskriminatif.  Kami mengatakan kepada Organda Wonogiri kalau mereka melakukan hal yang sama, kebijakan tersebut juga berlaku bagi mereka,” sambungnya.

Ihwal lima bus yang kedapatan tidak bertrayek Wonogiri namun beroperasi di Terminal Ngadirojo, Bupati mengatakan akan mengandangkan kelima bus tersebut.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif