rabu 31 mei
JIBIPhoto
Rujiyatmi tengah sibuk merajut kantong plastik merah sampah Kebun Buah Mangunan di rumahnya, Kamis (4/1/2017) siang. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)

KISAH INSPIRATIF
Rajutan Rujiyatmi dan Mangunan Bersih dari Sampah Lagi

Kisah inspiratif kali ini memanfaatkan limbah sekitar

Solopos.com, BANTUL — Pariwisata dan sampah, adalah dua hal yang saling terkait dan tak bisa dipisahkan. Persoalannya kini adalah bagaimana sampah itu diperlakukan. Salah satunya adalah Rujiyati, seorang perempuan warga Dusun Mangunan RT 10, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo. Apakah sebenarnya yang ia lakukan?

Mendung mulai menebal di kawasan Mangunan, Kamis (4/1/2017) siang. Angin yang mulai berhembus kencang seiring mendung yang kian menebal menembus pintu dapur Rujiyati.

Perempuan paruh baya bercucu satu dari dua orang putra itu pun meletakkan rajutannya. Ia kini sibuk merapikan tumpukan tas plastik beragam warna yang semrawut akibat tiupan angin tadi. Setelah semua kembali rapi, ia kembali pada rajutannya yang baru saja hari ini ia mulai.

Sebenarnya, yang dilakukan Rujiyatmi, bukan hal yang istimewa sekali. Selain dia, banyak orang yang melakukannya. Itulah, Rujiyati pun tak ingin memiliki mimpi yang terlalu tinggi.

“Sederhana saja. Saya ingin Kebun Buah Mangunan bersih dari sampah. Kami, para petugas, jujur saja, selalu kewalahan membersihkan sampah-sampah itu,” tuturnya dengan suara pelan sambil tangannya terus merajut.

Memang, jika musim liburan tiba, sampah di Kebun Buah Mangunan bisa menggunung. Saat libur tahun baru lalu saja, sepanjang pagi hingga sore, sampah yang dikumpulkan petugas bisa mencapai 3-5 karung plastik besar. “Ya, kalau ditimbang bisa ton-tonan itu. Itulah sebabnya, saya manfaatkan saja.”

lowongan kerja
lowongan kerja untuk posisi kepala produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Komentar