Soloraya
Selasa, 17 November 2015 - 17:40 WIB

UJIAN NASIONAL 2016 WONOGIRI : 2 Kurikulum Berjalan, Materi UN Disamakan

Redaksi Solopos.com  /  Ahmad Mufid Aryono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Guru di Wonogiri mengikuti bimbingan teknis tentang pelaksanaan pilkada. (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos)

Ujian Nasional 2016 Wonogiri, dipastikan materi soal UN 2016 mengambil dua kurikulum yakni KTSP dan K-13.

Solopos.com, WONOGIRI–Tahun Pelajaran 2015/2016 merupakan palaksanaan Ujian Nasional (UN) kali pertama bagi sekolah penyelenggara Kurikulum 2013 (K-13). Sementara sekolah lain masih menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Advertisement

Terkait hal itu, Dinas Pendidikan Wonogiri menegaskan tidak ada perbedaan soal antara kedua kurikulum tersebut.

Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Wonogiri, Tunggal Widodo, baik peseta didik yang menjalankan Kurikulum 2013 maupun KTSP akan mendapatkan soal yang sejenis. Kisi-kisi soal UN akan diambil dari materi yang dipelajari di kedua kurikulum.
“Istilahnya materi ujian adalah irisan dari Kurikulum 2013 dan KTSP. Jadi untuk soalnya tidak beda, tidak ada masalah,” kata dia saat ditemui wartawan di sela acara bimbingan teknis Kurikulum 2013 bagi guru di Gedung PGRI, Selasa (17/11/2015).

Namun begitu secara terperinci pihaknya belum bisa menjelaskan tentang ketentuan irisan materi tersebut. Sebab hingga saat ini belum ada arahan dari pemerintah pusat. Termasuk mengenai proses penilaiannya. Seperti diketahui ada sedikit perbedaan cara penilaian antara KTSP dengan Kurikulum 2013.

Advertisement

Tunggal mengatakan proses penilaian untuk Kurikulum 2013 lebih terperinci. Bukan hanya mencakup penilaian pengetahuan, namun ada penilaian sikap dan penilaian keterampilan.

“Jujur saja kami sampaikan bahwa penilaian pada Kurikulum 2013 memang menjadi tantangan guru. Sebab cukup detail. Penilaian pada Kurikulum 2013 lebih mengedepankan proses dari pada hasil,” kata dia.

Data Dinas Pendidikan Wonogiri, saat ini belum semua sekolah yang ada sudah melaksanakan Kurikulum 2013. Hanya ada beberapa sekolah di masing-masing jenjang pendidikan yang ditunjuk menjadi sekolah percontohan. Untuk SD ada 12 sekolah, SMP ada 7 sekolah, SMK ada 4 sekolah dan SMA ada 4 sekolah. Di rencanakan pada tahun pelajaran 2018-2019 kurikulum 2013 akan dilaksanakan secara serempak.

Advertisement

Meski metode pembelajaran maupun penilaian pada Kurikulum 2013 disebut memiliki tantangan tersendiri, namun beberapa sekolah menilai kurikulum tersebut memiliki keunggulan. Salah satunya mampu membangun mental peserta didik, sehingga lebih berani mengutarakan pendapat dan berani tampil di depan umum.

“Mungkin karena pada pola pembelajaran Kurikulum 2013, anak diberi kebebasan untuk menjawab setiap pertanyaan sesuai dengan pemahaman masing-masing. Anak juga terbiasa melakukan presentasi, sehingga mereka lebih berani,” kata Kepala SDN 1 Tirtomoyo, Purwono, saat ditemui wartawan di Gedung PGRI, Selasa.

Advertisement
Kata Kunci : K-13 KTSP UN
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif