SKANDAL SEKS KERATON
Kemelut Hangabehi Diprediksi Takkan Lama

Senin, 16/4/2012
PB XIII Hangabehi. (JIBI/SOLOPOS/dok)
PB XIII Hangabehi. (JIBI/SOLOPOS/dok)

SOLO - Pengamat budaya Jawa, Purwadi, berpendapat kemelut yang diduga menyeret Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Paku Buwono (PB) XIII Hangahebi diyakini tak akan berlangsung lama. Meski demikian, jika kemelut tersebut terus bergulir hingga memaksa putra PB XII tersebut lengser, putra-putranyalah yang bakal menggantikan tahtanya.

”Saya yakin itu tak lama dan segera meredup dengan sendirinya. Kalaupun terpaksa memaksa lengser Sinuhun Hangabehi, bakal digantikan putranya,” kata pengamat budaya Jawa asal Jogja ini kepada Espos. Purwadi menilai kasus yang membelit Hangabehi sebenarnya bukanlah sesuatu yang luar biasa di mata hukum. Sebab, ia bukanlah seorang pejabat publik yang menguras dan merugikan uang rakyat. Atas alasan itulah, Purwadi meyakini kasus yang tengah membelit Hangabehi sekarang ini bakal segera selesai dengan sendirinya.

”Ia berbeda dengan pejabat publik seperti bupati atau gubernur yang dalam tugasnya memakai uang rakyat. Beliau (Hangabehi-red) ini, hampir sama seperti orang biasa yang mencari uang dengan sendirinya, bukan dengan uang rakyat,” paparnya.

Atas kenyataan itulah, lanjutnya, pihak Keraton maupun Hangabehi sendiri hingga sekarang tak ingin berbicara ke publik. Strategi tersebut sekaligus untuk meredam gejolak para abdi dalem keraton agar tak ikut resah atas merebaknya kabar yang diduga menyeret raja mereka.

”Terus terang ada sebagian para abdi dalem yang mulai resah dan khawatir atas gonjang-ganjing ini. Namun, itu hanya di tingkat orang yang berpendidikan menengah ke atas,” jelasnya.

Di sejumlah wilayah yang tingkat pendidikannya masih rendah, seperti di Kemalang, Klaten, maupun di pedalaman Boyolali, kata Purwadi, banyak para abdi dalem yang tak terpengaruh. Namun, para abdi dalem di Kabupaten Wonogiri dan juga Karanganyar, serta Prambanan, ikut terpengaruh karena terus mengikuti perkembangan berita.

”Kalau dipersentase, kalangan grassroots yang terpengaruh mungkin hanya 5%. Sebab, mereka tak memiliki akses informasi,” paparnya.


ARTIKEL LAINNYA
Paku Buwono XIII (Dok/JIBI/Solopos) KONFLIK KERATON SOLO
Plt. Raja Ancam Sanksi Raja, PB XIII Sebut Akal-Akalan
Sejumlah perawan menarikan Bedaya Ketawang saat digelar Tingalan Dalem Jumenengan Paku Buwono (PB) XIII di Sasana Suwaka Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Minggu (25/5/2014). Ritual Tingalan Dalem Jumenengan yang mestinya merupakan kegiatan penting di kerajaan Jawa karena merupakan peringatan naik takhtanya sang raja tersebut digelar tanpa kehadiran Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) PB XIII. (Septian Ade Mahendra/JIBI/Solopos) KONFLIK KERATON SOLO
Jumenengan Kembar: PB XIII-Dewan Adat Perang Klaim
Sejumlah perawan menarikan Bedaya Ketawang saat digelar Tingalan Dalem Jumenengan Paku Buwono (PB) XIII di Sasana Suwaka Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Minggu (25/5/2014). Ritual Tingalan Dalem Jumenengan yang mestinya merupakan kegiatan penting di kerajaan Jawa karena merupakan peringatan naik takhtanya sang raja tersebut digelar tanpa kehadiran Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) PB XIII. (Septian Ade Mahendra/JIBI/Solopos) KONFLIK KERATON SOLO
Kali Pertama! Tari Bedaya Ketawang Disaksikan Plt. Raja
Pedagang korban kebakaran Pasar Klewer di taman parkir Masjid Agung Solo (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos) PASAR DARURAT KLEWER
PB XIII Diminta Kedepankan Kemanusiaan, Bukan Ego
Ilustrasi PB XIII Tersandung Kasus Pencabulan (JIBI/Solopos) SKANDAL KERATON SOLO
PB XIII Dipolisikan, Pengacara Lama At Mengaku Lega

14 Komentar pada “SKANDAL SEKS KERATON: Kemelut Hangabehi Diprediksi Takkan Lama”

  1. bontang
    16 April 2012 pukul 11:23

    PURWADI pura2 lupa bahwa ada PB.13 Tedjowulan yg siap ambil alih

  2. joko santoso
    16 April 2012 pukul 15:19

    Pengamat budaya Jawa, Purwadi tidak paham hukum/asbun /asal bunyi

  3. wahyu wijaya
    17 April 2012 pukul 03:55

    kalau gak tahu budaya kraton jangan bicara….jangan hanya karena bermodalkan sebagai penulis buku-buku jawa saja terus berlaku sok tahu tentang kraton….. ayo solopos kalo mau berimbang tentang masalah budaya di kraton muat juga sanggahan yg saya emailkan….Mas Purwadi mohon belajar lagi ya…..

  4. wahyu wijaya
    17 April 2012 pukul 04:11

    jangan bicara budaya kalo tdk tahu budaya mas Purwadi

  5. 17 April 2012 pukul 08:03

    Tedjo wulan ambil alih saja, tapi jangan selingkuh mending poligami sampai 4 istri malah gak apa2.

  6. 17 April 2012 pukul 08:45

    aaaah sakit rasanya kita melihat dan mendengar kabar nista ini, kok bisa yaa wong adi luhur melakukan tindakan tercela begitu ?? capeeek deeeh bruuuuuur…..

  7. Paguyuban Kusuma Handrawina
    17 April 2012 pukul 09:50

    Ya mbah Pur… saya orang boyolali, orang pedalaman, mbah pur orang kota ya….ketahui mbah pur orang pedalaman itu dah ngerti dunia net. jadi Kalau abdidalem boyolali dikatan tidak berpengaruh, bukan karena yang anda duga, tapi semua yang terjadi sudah kami serahkan kepada yang maha Kuasa. yany Maha benar sebenar, benarnya dan Maha Adil seadil adilnya.nggeh to mbah ….

  8. NIKO
    18 April 2012 pukul 02:32

    kerajaan solo sudah hancur lebur. RAJA SOLO YANG TERAKHIR YANG SEBENARNYA ADALAH PAKUBUWONO X YANG BIJAKSANA DAN MULIA. setelah itu raja hanya simbol aja. Jogja juga sama kayaknya ni HB X juga raja yang terakir.

  9. agung
    18 April 2012 pukul 08:47

    kalo kejadian ini benar, kasihan wong solo,

  10. mangino
    18 April 2012 pukul 21:57

    Kemelut memang akan segera selesai, tetapi bukan karena penjelasan mas Pur, tetapi karena para saksi akan mencabut kesaksiannya dan semua barang bukti tidak ditemukan.

  11. yono
    20 April 2012 pukul 00:36

    ,wahai warga solo walikotamu kemana saja saat ada warga tak mampu dan masih bocah di jadi kan dagangan dan di pakai Rajamu 13 Hangebei yg bejad itu?????? bagaimana kalau itu anakmu….???? Walikotamu katanya jadi primadona rakyat solo,kok diam saja??????? apa tindakannya…..?????

  12. bontang
    20 April 2012 pukul 00:40

    jika anaknya PURWADI yg jadi kurban komentarmu apa Pur……………..???

  13. 26 April 2012 pukul 14:31

    Kasus yang memalukan ini ndak ada sangkut pautnya dengan wong solo, meski master bejatnya adalah raja kraton solo/Surakarta. So ndak usah kasihan pada wong solo terkait polah bejat anake lik guritno ini.

  14. 20 Mei 2012 pukul 14:54

    Wis… Ojo di ombro ombro weadi iki. Pilih meneng tinimbang gunem

Silahkan bergabung untuk diskusi

Email anda tidak akan dipublikasikan.

SOLOPOS TV